banner 468x60

Talent Executive Class, Kelasnya Anak-anak Berbakat

394 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Berlokasi di Jalan Genteng Muhammdiyah Surabaya, SMP Muhammadiyah 2 Surabaya semakin kokoh menancapkan eksistensinya di dunia pendidikan. Sekolah yang satu ini mendidik siswa-siswanya dengan berbagai program unggulan yang menarik, dan berbasis kebakatan. Salah satunya adalah Talent Executive Class atau kelas keberbakatan eksekutif.

Yang menarik, kelas yang satu ini tidak bertempat di lingkungan sekolah, melainkan di BG Junction mall Surabaya. Tallent Executive Class atau kelas keberbakatan ini mewadahi siswa-siswa berbakat SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, untuk mengembangkan bakatnya di segala bidang yang mereka suka.

“Konsepnya adalah mewadahi anak-anak yang berbakat. Karena tidak semua anak memiliki kompetensi akademik yang sama baiknya. Tapi juga tak menutup kemungkinan, anak-anak yang pandai, juga punya bakat yang luar biasa, dan bisa mengasahnya di kelas keberbakatan ini,” tutur Sudarusman, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya.

Pria yang lebih akrab disapa Sudar ini melanjutkan, kelas keberkatan ini setiap harinya dilangsungkan pukul 15.30 WIB. Berbagai bidang keberkatan diajarkan di kelas ini. Seperti fotografi, jurnalistik, tari, band, robotika, film, dan lain sebagainya.

“Tidak semua siswa mengikuti kelas ini, hanya siswa-siswa yang memiliki kemauan untuk mengembangkan bakat dan minatnya lebih jauh. Tapi kami tetap mendorong siswa lainnya, untuk dapat menemukan bakat dan minatnya, sehingga mereka bisa menyalurkan kreativitasnya, atau mengaktualisasi diri,” kata Sudar.

Lulusan ITS Surabaya ini menambahkan, konsep kelas keberbakatan ini berbeda dengan ekstrakurikuler biasanya. Ekstrakurikuler, jelas Sudar berlandaskan keorganisasian. Sementara kelas keberkatan ini berbasis semacam kursus keterampilan, dan diajar oleh praktisi atau tenaga-tenaga ahli yang kompeten di bidangnya.

“Ini semacam kursus keterampilan, tapi gratis. Ada teori dan kurikulum yang telah kami siapkan. Mereka juga diajari oleh praktisi dan pelaku profesional. Selanjutnya, mereka tidak hanya sekadar belajar teoretis dan praktik saja, tapi mereka, kami arahkan juga ke berbagai perlombaan dan kompetisi bergengsi,” papar Sudar. ika

author