banner 468x60

Teliti Sensor Kimia, Dosen Muda ITS Ini Raih Young Scientist Award

475 views
iklan
Nur Laila Hamidah ST MSc

penakita.com | SURABAYA – Nur Laila Hamidah ST MSc, dosen dari Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya sukses meraih penghargaan Young Scientist Award.

Prestasi membanggakan itu diperoleh lewat penelitiannya mengenai sensor kimia dalam Asian Conference on Chemical Sensors (ACCS) 2019 yang diadakan di Grand Inna Bali Beach selama empat hari, mulai 17 November 2019.

Young Scientist Award merupakan penghargaan yang diberikan komite ilmiah ACCS kepada peneliti muda dengan usia di bawah 40 tahun yang telah mempublikasikan beberapa penelitian. Komite Ilmiah ACCS berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan sensor kimia atau sensor yang bisa mendeteksi jumlah zat kimia.

Wanita yang akrab disapa Emmy ini menjadi satu-satunya delegasi dari ITS yang meraih penghargaan tersebut. “Saya sekaligus mewakili universitas tempat saya mengenyam program doktoral, yaitu Universitas Kumamoto (Kumamoto University, Jepang, red),” ungkap alumnus Universitas Nasional Sains dan Teknologi Taiwan itu.

Emmy mengaku telah meneliti sensor gas hidrogen melalui pengembangan membran oksida grafena yang merupakan salah satu material atom. “Saya harus mempresentasikan penelitian di depan beberapa profesor yang ahli dalam bidang sensor kimia,” tutur perempuan berhijab kelahiran 10 Juli 1988 ini.

Emmy juga telah mempublikasikan penelitiannya tentang grafena oksida, salah satunya adalah jurnal yang berjudul ‘Improving the Proton Conductivity of Graphene Oxide Membranes by Intercalating Cations’ yang terbit pada tahun 2019.

Publikasi seperti ini menjadi salah satu kriteria penilaian yang diterapkan Komite Ilmiah ACCS.

Penghargaan Young Scientist Award juga diberikan kepada beberapa delegasi lain yang berasal dari Tiongkok dan Jepang. “Salah satu penerima penghargaan ada yang berasal dari Universitas Nagasaki, dia adalah asisten dari Profesor Taro Ueda,” ujar Emmy.

Prof Taro Ueda merupakan salah satu ahli dalam hal sensor kimia yang cukup terkenal.

Lewat prestasinya ini, perempuan 31 tahun tersebut berharap penelitian di Indonesia dapat berkembang lebih pesat lagi nantinya. Sebab, menurutnya, kualitas sumber daya manusia di Indonesia sebenarnya masih mampu untuk bersaing.

“Saya juga berharap penelitian tidak hanya dalam bentuk publikasi. Tetapi bisa dalam bentuk produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” tegasnya. dit

author