banner 468x60

Terganjal Sarana Prasarana, 12.625 Madrasah Belum Terakreditasi

375 views
iklan

sekolah_rusakPenakita | JAKARTA – Sebanyak 12.625 madrasah di seluruh Tanah Air belum terakreditasi. Madrasah berstatus swasta itu tidak bisa memenuhi delapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan.

Menurut Nur Syam, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag), banyaknya madrasah yang belum terakreditasi itu sebagian besar terkendala kondisi sarana prasarana (sarpras) yang sangat memprihatinkan. Madrasah tersebut, lanjut Nur Syam, umumnya tidak memiliki gedung sekolah sendiri, serta tidak punya laboratorim hingga perpustakaan.

“Padahal semua infrastruktur itu adalah delapan SPM Pendidikan,” tegasnya.

Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menegaskan, urusan sarpras ini menjadi fokus perhatian Kemenag tahun depan. Tetapi, Nur Syam mengakui, anggaran intervensi perbaikan sarpras madrasah di Kemenag terbatas sehingga tidak mampu meningkatkan kondisi sarpras madrasah secara signifikan.

“Program reguler kami tetap untuk rehab ruang kelas rusak berat dan pengadaan unit sekolah baru,” paparnya.

Ditambahkan pula, selain sarpras faktor penghambat akreditasi adalah kondisi staf pengajar. Ditekankan Nur Syam, masih banyak guru belum sarjana yang mengajar di madrasah. Padahal aturannya guru di madrasah mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs/SMP), hingga Madrasah Aliyah (MA/SMA) minimal bergelar sarjana.

Solusinya Kemenag menggenjot program penyetaraan guru yang belum sarjana. Melalui program ini, guru-guru madrasah dibiayai untuk mendapatkan gelar sarjana. Dia berharap satuan kerja (satker) Kemenag hingga di kabupaten dan kota lebih aktif mendorong akreditasi madrasah. dde

author