“Terima Hadiah? Segera Laporkan KPK!”

gratifikasiPenakita | SURABAYA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima 135 laporan tindak pidana gratifikasi sepanjang tahun 2013. Gratifikasi atau pemberian hadiah itu sebagaimana informasi yang diberikan Itjen Kemendikbud, diberikan kepada unit satuan kerja.

Ditegaskan Karyaningsih, Inspektur 1 Itjen Kemendikbud, gratifikasi itu muncul dalam berbagai bentuk seperti uang, barang, rabat atau diskon, komisi, pengobatan gratis dan pinjaman tanpa bunga. “Pinjaman tanpa bunga yang diberikan oleh seseorang ini akan menjerat orang yang berhutang. Jika sudah terjerat maka akan terjadi conflict of interest (konflik kepentingan),” cetusnya.

Konflik kepentingan itu, lanjut Karyaningsih, dapat memengaruhi objektivitas dan penilaian profesional penyelenggara negara. Selain itu, independensi penyelenggara negara juga dapat terganggu.

“Untuk itu diperlukan cara untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi yang menggunakan gratifikasi sebagai alat,” paparnya.

Menurut Karyaningsih, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencegah gratifikasi yakni tolak dan laporkan. Saat mendapatkan penawaran gratifikasi, seseorang harus mengidentifikasi pemberian itu, apakah terkait dengan jabatan atau tugas yang berpotensi konflik kepentingan.

Karyaningsih meminta agar para pejabat melakukan upaya penolakan atas setiap pemberian gratifikasi. Jika penolakan tidak dimungkinkan, bisa menerima pemberian itu tetapi harus melaporkan dalam jangka waktu 30 hari kerja.

”Sebiasa mungkin kita harus berusaha untuk menolak pemberian yang tidak seharusnya. Jika kita dalam posisi tidak memungkinkan untuk menolak, kita dapat menerima namun kemudian harus melaporkan kepada pihak terkait,” ucapnya.

Ditambahkan pula, dugaan gratifikasi di jajaran Kemendikbud itu telah dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Selanjutnya pihak KPK yang akan menindaklanjuti laporan kami itu,” imbuhnya.

Tindak pidana korupsi melalui gratifikasi sebenarnya bisa dituntaskan selama mau menggunakan hati nurani dalam kehidupan sehari-hari. “Kunci untuk terhindar dari gratifikasi yakni tetap teguh pada kesatuan antara pikiran, perasaan, ucapan, tindakan dengan hati nurani. Awasi dengan hati,” tandasnya. ari