banner 468x60

Terlalu Banyak Makan Gandum Bisa Merusak Pencernaan

32 views
iklan

Roti GandumPenakita | MALANG – Pakar Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meminta pemerintah lebih gencar mengampanyekan konsumsi makanan lokal. Meski ketergantungan terhadap makanan impor tidak bisa dihapuskan, namun di sisi lain promosi terhadap makanan lokal harus ditingkatkan sehingga masyarakat beralih menikmati produk negeri sendiri.

“Jika masyarakat banyak mengonsumsi makanan lokal, selan lebih sehat juga bisa mengurangi anggaran impor makanan luar negeri termasuk gandum,” kata Damat, Pakar Pertanian UMM.

Menurut Damat pada tahun 2012 lalu impor gandum Indonesia mencapai 7,2 juta ton, atau menempati posisi kelima besar dunia sebagai negara pengimpor gandum. Padahal konsumsi makanan jenis gandum ini sudah waktunya dikurangi atau bahkan dihindari.

Ditambahkan Damat, bahan makanan lokal seperti umbi-umbian diyakini lebih aman dikonsumsi ketimbang bahan makanan impor seperti tepung terigu yang berbahan baku gandum. “Negeri kita tercinta ini kaya akan bahan makanan lokal yang lebih sehat dibandingkan gandum,” tandasnya.

Lebih lanjut Damat menekankan, bahan makanan lokal seperti umbi-umbian lebih aman, karena kandungan seratnya lebih tinggi dan memiliki antioksidan. Sementara dalam tepung terigu impor, banyak mengandung gluten yang bisa merusak pencernaan, khususnya usus halus.

“Jika usus halus bermasalah, maka penyerapan nutrisi makanan tidak akan maksimal,” pungkas pria yang juga Dekan Fakultas Ilmu Pertanian dan Peternakan UMM. sum

author