banner 468x60

The Sages Institute International Tak Batasi Usia Siswa, Mau Tahu Berapa Biaya Pendidikannya?

iklan
Siswa The Sages Institute International sedang mendemonstrasikan kemampuan mereka meracik bahan makanan. (foto: IST)

Penakita.com | SURABAYA – Ingin belajar memasak tetapi terkendala usia? The Sages Institute International beri kesempatan bagi siapa pun yang punya minat besar untuk memperdalam pengetahuan di bidang kuliner ini tanpa batasan usia.

“Kami hanya ada batasan minimal, yaitu lulusan SMA/SMK. Murid kami ada juga lulusan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi kuliner,” kata Setiawan Budiman ST, Ketua Yayasan The Sages Institute International kepada iniSurabaya.com (grup media penakita.com).

Baca Juga : http://penakita.com/tak-hanya-ajarkan-memasak-the-sages-institute-international-juga-buka-kelas-bahasa-korea-ternyata-ini-tujuannya/

Budiman juga menyatakan, murid lembaga pendidikan yang sudah berdiri sejak 2006 itu ada yang berstatus ibu rumah tangga. “Ada yang usianya di atas 40 tahun. Tujuannya selain untuk melayani keluarga juga untuk bisnis,” paparnya.

Untuk memenuhi hasrat masyarakat belajar kuliner itu pula, lanjut Budiman, lembaga pendidikan yang setara D3 itu itu tidak hanya membekali siswanya ilmu memasak. Materi lain yang diajarkan pada siswa adalah bahasa Inggris dan entrepreneurship.

“Selain ketrampilan dalam penyajian, banyak faktor pendukung seperti masalah kesehatan sehingga siswa paham bagaimana membuat masakan yang sehat,” tegasnya.   

Budiman menambahkan pula, masa belajar setiap siswa adalah 2,5 tahun. Dari masa belajar itu 70 persen praktik dan 30 persen teori belajar di kelas. “Selama dua tahun belajar di sekolah, sisanya selama enam bulan praktik di restoran dan hotel bintang lima di Surabaya dan Bali,” tandas Budiman.

Karena sistem pendidikan yang diterapkan itu pula, murid yang belajar di lembaga pendidikan ini tidak hanya dari Surabaya dan sekitarnya. “Hampir 50 persen dari luar Surabaya, seperti dari Bali, Jakarta, Sulawesi, bahkan ada pula yang dari Papua,” urainya.  

Disinggung soal bea pendidikan, Budiman menegaskan bahwa setiap siswa dikenakan biaya sebesar Rp 160 juta. Biaya yang dibayarkan itu untuk seluruh pendidikan yang mereka tempuh sampai lulus selama 2,5 tahun.

“Biaya itu sudah termasuk seragam, peralatan memasak, study tour ke Korea, dan wine workshop di Bali,” bebernya. dit

author