banner 468x60

Tim Khusus Dindik Surabaya Kawal UN Siswa Napi

369 views
iklan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan

Penakita | SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya akan terjunkan tim khusus untuk mengawal ujian nasional (UN) siswa bermasalah yang terjerat kasus kriminalitas, baik tahanan di Rutan, maupun narapidana di Lapas. Selain untuk siswa yang terjerat kasus kriminalitas, pengawalan juga dilakukan bagi siswa yang sakit di rumah sakit.

“Nanti saat pelaksanaan mereka akan dijaga dan diawasi tim khusus ini dan panitia UN dari sekolahnya masing-masing. Tapi untuk teknis penjagaan oleh pengawas ruang, aparat, atau pengawas PT kami belum tahu infonya,” tutur Kepala Dindik Surabaya, Ikhsan, Senin (8/4/2013).

Ditemui di Gedung Juang 45 Surabaya, Ikhsan menambahkan, hingga saat ini data jumlah siswa yang terjerat kasus kriminalitas dan sakit keras belum ada. Ia mengungkapkan pendataan tersebut hingga kini masih diproses. Maksimal, lanjut Ikhsan, pada H-3 pelaksanaan UN, seluruh kepala sekolah di Surabaya sudah melaporkan data tersebut kepadanya.

“Ya saya harap para kepala sekolah segera melaporkan kepada Dindik Surabaya, jika ada siswanya yang sakit atau yang menjadi tahanan rutan dan lapas. Jadi bisa terdata dengan baik, sehingga mereka bisa mengikuti UN,” himbau Ikhsan.

Mengenai naskah soal dan lembar jawaban ujina nasional (LJUN) para siswa bermasalah ini, lanjut Ikhsan, akan diambilkan dari sekolah mereka masing-masing. “Kalau mereka sudah masuk DNT, pasti mereka bisa ikut ujian. Soal ujiannya, ya nanti diambilkan dari sekolahnya, sesuai nomor peserta. Nanti pasti ada yang mengantarkan ke rutan, lapas, dan rumah sakit itu. Pasti ada tim-nya nanti,” tandas mantan Kepala Bappemas Surabaya ini.ika

author