banner 468x60

Tipis, Peluang Siswa Hamil Lulus UN

363 views
iklan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh

Penakita | SURABAYA – Keberadaan siswa hamil dalam ujian nasional (UN) masih menjadi pro-kontra. Mereka diperkirakan bakal sulit lulus meski diperbolehkan mengikuti ujian seperti siswa lainnya.

Pasalnya, secara moral maupun akhlak mulia di sekolah, siswa tersebut telah melanggar aturan. Dengan begitu, peluang siswa hamil lulus sangat tipis. Apalagi, penilaian sekolah menjadi acuan dalam kelulusan UN dengan bobot 40 persen.

“Siswa hamil bisa saja tidak lulus karena melanggar persoalan disiplin,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), M Nuh, ketika ditemui di Empire Palace Surabaya, Rabu (3/4/2013).

Namun, ujar dia, pemerintah tetap akan memberikan hak pendidikan kepada siswa yang hamil untuk mengikuti proses pendidikan. Persoalan lulus atau tidak, hal itu bergantung dari nilai yang diperoleh siswa.

Yang lebih penting, beber Nuh, untuk menyikapi persoalan siswa hamil, Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi, kabupaten/kota, maupun sekolah harus berhati-hati. Sebab, ada juga siswa yang hamil tetapi memiliki suami dan ada juga yang tidak memilikinya.

“Harus ada pemilahan yang jelas. Saya mengintruksikan kepada dinas provinsi, kabupaten/kota dan sekolah berhati-hati. Bedakan yang sudah nikah dan belum,” ujar dia.

Nuh tidak menginginkan ada kesalahan saat memutuskan persoalan siswa hamil. Apalagi, di Surabaya ada enam siswa dari jenjang SMA sederajat dan SMP yang dikabarkan hamil. ika

author