banner 468x60

Transplantasi Sel Punca Bagi Penderita Gigi Goyah

416 views
iklan
Hidemi Kunihara saat jadi dosen tamu di FKG Unair

Hidemi Kunihara saat jadi dosen tamu di FKG Unair

Penakita | SURABAYA –Ilmuwan Jepang dari Hiroshima University, Hidemi Kurihara memaparkan penelitiannya soal stem cell (sel punca) untuk pasien penyakit jaringan penyangga gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG-Unair), Sabtu (2/3/2013). Kuliah tamu itu diikuti para dokter gigi spesialis se-Surabaya dan beberapa kepala Prodi dan alumnus FKG Unair.

“Ada 80 persen dari total populasi di Jepang terkena penyakit periodontal (jaringan penyangga gigi),” ujar Hidemi saat menjadi dosen tamu bertempat di Ruang Kuliah A FKG Unair.

Akibat penyakit itu, banyak pasien yang mengeluhkan gigi goyah hingga gusi yang turun akibat jaringan penyangga gigi mengalami kerusakan. Hidemi lantas menjelaskan penelitiannya tentang transplantasi sel punca yang ia anggap merupakan terbosan terbaru dalam perawatan pasien penyakit jaringan penyangga gigi.

“Stem cell transplantation ini gunanya untuk menumbuhkan sel dari bagian tubuh untuk regenerasi jaringan periodontal,” katanya.

Hidemi mengaplikasikan transplantasi sel punca pada orang dewasa berumur 32 tahun yang mengalami kerusakan pada tulang penyangga gigi yang mengakibatkan gigi goyah. Dalam penelitian itu, ia melakukan observasi selama empat tahun. “Hasilnya, sel punca bisa meregenerasi tulang penyangga gigi,” tegasnya.

Sel punca yang ia ambil berasal dari bagian sumsum tulang belakang pasiennya sendiri lalu diproses dan diaplikasikan untuk menumbuhkan tulang penyangga gigi. Sel punca di Jepang sudah banyak digunakan sebagai cara perawatan untuk menangani pasien.

“Yang menarik adalah transplantasi sel punca tidak memiliki efek samping pada pasien. Tentunya saya berharap perawatan ini juga bisa dikembangkan di Indonesia.” tambah Hidemi.  ika

author