banner 468x60

Tutup Sekolah Swasta Yang Menolak Siswa Miskin!

420 views
iklan

beaPenakita | SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya harus menutup izin operasional sekolah swasta jika terbukti menolak menerima siswa dari keluarga tidak mampu. Pasalnya sekolah swasta ini juga dibebani tanggung jawab memberlakukan sekolah gratis bagi siswa tidak mampu sebesar lima persen dari pagu sekolahnya.

Ketentuan itu berlaku bagi semua sekolah swasta dan tidak pandang bulu. “Semua sekolah sudah sepakat dan menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) yang berisi kesanggupan mereka untuk memasukkan siswa miskin di sekolahnya. Jadi bila ada sekolah swasta yang tidak mau, mereka harus diberikan teguran, peringatan tertulis hingga pemberhentian izin operasional,” kata Baktiono, Ketua Komisi D DPRD Surabaya.

Ditambahkan, mitra warga sifatnya wajib karena sudah diatur dalam Peraturan daerah nomor 16 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. ”Perda ini dibuat agar seluruh warga memiliki kesempatan sama untuk sekolah, tidak hanya di sekolah negeri tapi juga swasta. Sekolah swasta harus paham itu,” cetus politisi PDIP ini.

Jalur mitra warga ini bisa 100 persen gratis lantaran biaya operasional sekolah dibantu sepenuhnya oleh pemerintah, baik pusat maupun Pemkot Surabaya melalui dana hibah daerah. Sesuai naskah perjanjian hibah daerah, dana ini harus digunakan untuk membebaskan anak yang tidak mampu dari segala pembiayaan.

“Tapi uang ini tidak bisa dipakai membeli lahan maupun melakukan pembangunan dan perbaikan yang sifatnya besar,” kata Rudy Winarko, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dindik Surabaya. ari

author