Ubah Kultur Guru Jadi Kendala Kurikulum 2013

kurikulumPenakita | BATU - Dinas Pendidikan Kota Batu menggelar sosialisasi Kurikulum 2013 bagi tenaga pendidik di tingkat SD, SMP, dan SMA. Target kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (Sabtu-Minggu, 6-7/7/2013) itu adalah 9 SD, 6 SMP, dan dua SMA.

Untuk tingkat SD, sosialisasi kurikulum baru itu dilakukan di SDN Temas 1 dan SDK Sang Timur. Sedang tingkat SMP di SMPN 1, dan SMA di SMAN 1. “Yang menjadi kendala besar adalah mengubah kultur sumber daya manusia (SDM)-nya. Tidak mungkin kami mengimplementasikan kurikulum ini hanya sebatas di sekolah yang menjadi pilot project, nanti malah timpang dengan sekolah lainnya,” cetus Budi Santoso, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu, Minggu (7/7/2013).

Budi Santoso meragukan kemampuan SDM guru setempat mampu mengimplementasikan Kurikulum 2013 lantaran menurutnya diperlukan pelatihan mendalam. “Guru harus merubah perilakunya yang sebelumnya mengajar secara tekstual, menguasai kelas. Sedang dalam Kurikulum 2013, guru hanya menjadi fasilitator proses belajar mengajar,” papar pria yang akrab disapa Tosi ini.

Kegiatan sosialisasi Kurikulum 2013 yang dilakukan pada 4.000 guru swasta dan negeri tersebut diperkirakan menelan dana Rp 3,5 miliar. Dana itu dialokasikan untuk membuat buku pedoman, pembelian alat peraga dan pelatihan. “Harusnya pemerintah pusat menyampaikan sejak awal, kalau tidak semua sekolah dibiayai, supaya bisa dianggarakan di APBD,” kata Tosi.

Sebagai pilot project, sosialisasi kurikulum baru itu dilakukan pada sembilan SD swasta dan negeri. Untuk SMP kegiatan ini dilakukan bagi guru SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, SMP Al Izzah, dan SMPK. Sedangakan tingkat SMA, yang menjadi pilihan adalah SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2. sum