• Home »
  • Aktualita »
  • Ubaya Seleksi Ketat Pendaftar Fakultas Kedokteran, Selain Wajib Tes Camaba Juga Harus Lakukan Ini

Ubaya Seleksi Ketat Pendaftar Fakultas Kedokteran, Selain Wajib Tes Camaba Juga Harus Lakukan Ini

Penakita | SURABAYA – Fakultas Kedokteran (FK) masih menjadi favorit lulusan SMA. Tak hanya masuk perguruan tinggi negeri (PTN), sejumlah FK di perguruan tinggi swasta (PTS) pun jadi rebutan calon mahasiswa baru.

Tak heran bila sejumlah PTS memberlakukan seleksi ketat pada calon mahasiswa baru (camaba). Alasan yang pasti adalah karena setiap perguruan tinggi punya daya tampung terbatas setiap tahun ajaran baru.

Universitas Surabaya (Ubaya) misalnya. Daya tamping di FK di PTS ini  50 mahasiswa baru. Padahal setiap tahunnya peminatnya bisa mencapai sekitar 200an orang di setiap gelombang pendaftaran yang dibuka PTS tersebut.

“Kalau masuk FK wajib test. Ketentuan ini berbeda dengan jurusan lain yang masih bisa pakai jalur tanpa tes atau pakai nilai rapot,” tegas Hayuning Purnama Dewi, Humas Universitas Surabaya.

Menurut Hayuning, ketentuan lainnya adalah ada rangkaian lain seperti wawancara dan psikotest dengan calon mahasiswa baru (camaba). Tes pendaftar FK Ubaya tak hanya dilakukan di Surabaya, tetapi juga di Jakarta dan Makasar.

Dari hasil wawancara dan tes akan ditentukan pendaftar yang lolos. “Jika yang lulus kurang dari 50 pendaftar, baru kami rapatkan dan kami buka pendaftaran lagi untuk FK,” bebernya.

Bagi camaba FK Ubaya, dikenakan Uang Sumbangan Pendidikan (USP) atau Dana Pembangunan dan Pengembangan (DPP) yang besarannya mulai Rp 300 juta. USP itu dibayarkan sekali saat mahasiswa dinyatakan masuk FK Ubaya.

“USP ini untuk pengembangan kampus, serta mendukung perkuliahan dan fasilitas mahasiswa,” ungkapnya.

Selain USP, tiap semesternya mahasiswa FK harus membayar SPP sebanyak Rp 32,5 juta atau diangsur sebanyak enam kali sebesar Rp 6,5 juta. Ubaya juga menawarkan pilihan dalam bentuk pembayaran tunai dengan potongan, sehingga SPP tiap semesternya hanya Rp 30 juta. din