banner 468x60

UINSA-Google Apps for Education Wujudkan Islamic Cyber Campus

412 views
iklan
Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menggandeng Google Apps for Education untuk mewujudkan diri sebagai Islamic Cyber Campus. Dan salah satu layanan yang spontan diminati mahasiswa adalah email gratis 30 GB per user.

Mereka pun asyik membuka akun di sejumlah stand yang digelar di samping Audiotorium UINSA, tempat digelarnya launching kerjasama UINSA dan Google Apps for Education, Selasa (3/12/2013) lalu. Namun, layanan email gratis tersebut bukan berbasis gmail.com, melainkan email dengan nama @uinsby.ac.id.

Layanan ini merupakan aplikasi dari google yang khusus untuk pendidikan dan diberikan secara gratis. “Untuk layanan yang sama di dunia bisnis, layanan ini setidaknya berbayar US 50 dolar,” ujar Lukman Hakiem, Ketua Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data UINSA.

Ditambahkan pula, fasilitas Google Apps for Education yang bisa dimanfaatkan adalah google sites dengan domain uinsby.ac.id dengan kapasitas 100 GB. Ada pula fasilitas kalender yang bisa dimanfaatkan dosen dan mahasiswa untuk merencanakan agenda secara kolaboratif dan bisa disambungkan dengan ponsel.

Selain itu, juga aplikasi chatting melalui teks, serta video coferences Untuk mendukung aplikasi tersebut. Saat ini kampus UINSA dilengkapi 30 titik akses Wifi menggunakan jaringan pita lebar (Broadband).

“Masing-masing mahasiswa akan mendapatkan nama email yang disertai domain. Untuk akses titik Wifi akan dilakukan penambahan bandwith,” ungkapnya sambil menambahkan, hingga saat ini di Jatim baru UINSA Surabaya yang melakukan pengembangan aplikasi tersebut.

Terpisah, Prof Abd A’la, Rektor UINSA menegaskan, kerjasama dengan google diharapkan bisa mencetak generasi Islam yang ramah IT sehingga 25 tahun ke depan para pemikir Islam lahir dari Kampus UINSA. “Semoga mahasiswa bisa memanfaatkan teknologi yang ada di google dan mampu mengembangkan kreativitasnya,” ucapnya mengingatkan.

A’la yakin pengembangan pendidikan berbasis IT akan meminimalisir tumpukan kertas untuk pembelajaran mahasiswa. Semua terkait materi pembelajaran dapat diakses secara digital melalui website resmi UINSA Surabaya. Selain itu masalah kepegawaian, keuangan juga akan dipaparkan secara online demi transparansi kampus.

Namun, A’la berharap pula agar pemanfaatan teknologi tersebut tidak justru membuat keakraban antara mahasiswa dan dosen jadi terkikis.
”Interaksi antar dosen dan mahasiswa harus terus berjalan,” pungkasnya.

Sementara Johannes Candra, Managing Director Asia Google Apps for Education berharap kerjasama dengan UINSA itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sivitas akademika UINSA. “Selain aplikasi gratis, seluruh perawatan dan pengelolaan aplikasi ini juga dilakukan google,” tandasnya. ari

author