banner 468x60

UK Petra Gelontorkan Rp 200 M untuk Green Building

623 views
iklan

green building_Petra1Penakita | SURABAYA – Pembangunan gedung baru Universitas Kristen Petra Surabaya menelan dana sebesar Rp 200 miliar. Pengerjaan bangunan berkonsep green building ini memang sangat besar lantaran membutuhkan material khusus dan arsitektur detail, sehingga investasi yang ditanamkan akan membengkak dibandingkan pengerjaan gedung biasa.

Dana itu belum termasuk untuk mendapatkan sertifikat green building dari Green Building Consul Indonesia di Jakarta. Ada  empat kategori sertifikat green building yakni sertified, silver, gold, dan platinum. Masing-masing kategori tentu akan menambah besaran investasi yang ditanamkan untuk mewujudkan gedung baru ini.

Menurut Jimmy Nurdi Kusuma Priatman, konsultan proyek green building UK Petra, untuk sertifikat platinum diperlukan dana investasi tambahan sebesar 20-25 persen. Sedang untuk kategori gold bertambah 15-17 persen, dan perak 10 sekitar persen. Diungkapkan Jimmy, UK Petra belum menetapkan akan memakai kategori yang mana untuk mengukuhkan keberadaan kampus baru tersebut.

Sebagaimana diberitakan, UK Petra menghadirkan gedung baru dengan konsep green building. Bangunan berbentuk V ini diklaim hemat penggunaan energi dan air. Dengan konsep green building ini sisi keindahan arsitektur akan disesuikan sisi lingkungannya.

Untuk memperbaiki kualitas udara dalam ruangan misalnya, akan memanfaatkan beberapa bagian guna ditanami pohon. Selain itu bagian atas ruang auditorium dibuat penghijauan untuk pendinginan atap dan bisa dipakai tempat berteduh.

Terkait kualitas udara ini, pihaknya UK Petra juga memilih material-material yang ramah lingkungan, seperi cat dinding, pelitur yang baunya tidak menyengat. ”Pemakaian kaca juga harus sesuai dengan konsep ini. Jadi bukan kaca sembarangan,” cetus Jimmy.

Gedung dengan konsep green building UK Petra ini juga diklaim yang pertama di Surabaya. “Kami berharap gedung ini tidak hanya milik Petra, tapi juga menjadi ikon kota Surabaya dan menjadi pilot project untuk institusi lain,” ujar Prof Rolly Intan, Rektor UK Petra. ari

author