banner 468x60

UN Bentuk Kekerasan Struktural Negara pada Anak Didik

316 views
iklan

un+2012Penakita | JAKARTA – Pemerintah diminta memikirkan ulang pemberlakuan ujian nasional (UN) sebagai syarat penentu kelulusan anak didik di Tanah Air. Pasalnya, pelaksanaan UN ini sudah terbukti membuat semua pihak jadi tertekan.

Di sisi lain, setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda sehingga akan sulit mengukur kemampuan anak dari UN semata.

“UN merupakan bentuk kekerasan struktural yang dilakukan negara,” begitu tegas Badariyah Fayumi, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menanggapi karut marutnya pelaksanaan UN 2013.

Badariyah menandaskan pula, keterlambatan distribusi soal UN yang berimbas pada penundaan UN di sejumlah daerah, merupakan mismanajemen penyelenggara yang berdampak ke anak peserta ujian. Karena itu, KPAI meminta pemerintah membuat soal baru untuk UN di wilayah yang mengadakan UN tidak sesuai jadwal agar hak peserta didik jangan sampai dikorbankan.

“Kalau kemudian UN susulan dilakukan dengan format soal tidak berbeda dari soal UN saat ini, maka dengan sendirinya soal bocor karena mismanajemen itu. Hal ini tidak baik untuk anak yang mengerjakan UN sesuai jadwal, dan juga tidak baik bagi anak yang terlambat mengerjakan UN,” cetusnya.  kps/dde

author