Unas Tak Menentukan Kelulusan Bikin Motivasi Siswa Turun?

ilustrasi UJIANPenakita | MALANG – Kebijakan pemerintah yang menetapkan Ujian Nasional (Unas) tidak lagi sebagai penentu kelulusan ternyata membawa dampak negatif. Siswa maupun orangtua jadi kurang termotivasi saat pelaksanaan Unas berlangsung.

“Semangatnya seperti turun. Beda dengan yang dulu,” kata Abdul Mujib Syadzili, Sekretaris MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK negeri dan swasta Kabupaten Malang.

Pria yang akrab disapa Gus Mujib ini menyatakan dampak negatif itu terjadi pada siswanya sendiri. Menurut Gus Mujib, ada empat siswa datang terlambat. “Sudah diwanti-wanti datang jam 06.20 WIB. Ternyata baru datang jam 07.00 WIB. Tadi sudah mau dijemput juga ke rumahnya,” ujarnya.

Selain terlambat datang, ada pula siswa yang tidak hadir tanpa keterangan pasti. “Dari beberapa SMK tidak ada izin tulis seperti dari dokter atau lisan. Hanya informasi tidak datang saja,” ungkap Gus Mujib.

Karena Unas tak lagi menentukan kelulusan siswa, lanjut Gus Mujib, membuat Unas sekarang tidak menjadi sesuatu yang menarik. “Sehingga ini menjadi tugas tambahan bagi sekolah agar siswa tetap semangat menjalani unas,” cetusnya.

Ditambahkan Mujib, dalam POS (Prosedur Operasi Standar) Unas disebutkan, persyaratan kelulusan adalah pernah mengikuti Unas. “Tapi yang ditangkap umum adalah informasi bahwa kelulusan siswa tidak ditentukan lagi oleh Unas,” ujarnya.

Informasi yang ditangkap setengah itu membuat siswa dan orangtua memberikan motivasi menjalani Unas. Berbeda ketika Unas menjadi persyaratan kelulusan pada tahun-tahun sebelumnya. Diyakini, siswa yang salah satu mata pelajaran Unas tidak lulus, pada tahun depan siswa biasanya enggan mengulang. (sum)