Universitas Brawijaya Buka Prodi Bagi TKI Hongkong

univ brawijayaPenakita | MALANG – Universitas Brawijaya (UB) membuka program studi (prodi) baru yaitu D3 Manajemen Informatika dan Teknik Komputer. Yang menarik, prodi yang diharap bisa dimulai tahun ajaran baru 2014-2015 itu khusus bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hongkong.

Untuk tahun pertama, prodi yang diselenggarakan hasil kerjasama dengan Capstone Hongkong Institute of Information Technology (CHIIT) ini akan menerima 50 orang siswa. “Kami coba buka kelas untuk 50 orang dulu. Dilihat perkembangan dan evaluasinya,” tandas Dra Susantinah Rahayu, Kepala Humas UB sambil menambahkan, kerjasama antara UB dan CHIIT itu dilakukan pada Juli 2013.

“Ini program baru UB untuk menjangkau warga negara Indonesia (WNI) yang ingin memajukan potensi dirinya setelah bekerja informal di Hongkong,” ungkapnya sambil menambahkan, dengan kerjasama ini para TKI di Hongkong bisa kuliah dan mendapatkan ijazah UB.

Berdasarkan pantauan CHIIT, sebagian besar TKI yang bekerja di Hongkong adalah perempuan (TKW) berusia rata-rata 23 tahun. Para TKI yang kebanyakan hanya lulusan SMA ini bekerja 8-10 jam selama enam hari dalam seminggu dengan kontrak rata-rata 2-3 tahun sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

Dari kondisi tersebut, diakui perempuan yang akrab disapa Santi ini, UB melihat potensi 150.000 TKI yang berada di Hongkong untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi. Jika para TKI ini ingin kuliah, maka proses pendaftaran dan perkulihannya bisa ditempuh di CHIIT. Namun modul pengajaran tetap mengacu kurikulum UB.

Mengenai CHIIT, menurut Santi, adalah lembaga pendidikan swasta di Hongkong yang fokus pada pendidikan teknik informatika. CHIIT ini merupakan lembaga kursus (D1) yang ingin menaikan grade pengajarannya menjadi setingkat vokasi (D3). sum