banner 468x60

Universitas Teknologi Surabaya Siapkan 100 Beasiswa Penuh Bagi Calon Mahasiswa Berprestasi

iklan
Dr Ir Budi Darmadi MSc, Ketua Yayasan UTS (tengah) memamerkan website Universitas Teknologi Surabaya didampingi Dr Y Kristanto SE MM, Rektor UTS (kiri), dan Dr Rukin SPd MSI, Wakil Rektor UTS (kanan).

penakita.com | SURABAYA – Di awal tahun ajaran 2019-2020 ini Universitas Teknologi Surabaya (UTS) mengumumkan bakal memberikan gratis biaya formulir untuk 300 orang pendaftar pertama melalui website www.utssurabaya.ac.id.

Tak hanya itu. Perguruan tinggi yang kampusnya berada di kawasan Balongsari Praja Surabaya Barat ini juga mengalokasikan beasiswa bagi mereka yang tidak mampu.

“Beasiswa penuh ini kami berikan bagi mereka yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik,” tegas Dr Yudi Kristanto SE MM, Rektor UTS, Kamis (15/8/2019).

Ditemui di acara Re-Branding UTS di Hotel Shangri-La Surabaya, Kristanto menambahkan, selain harus bisa membuktikan prestasi yang dimiliki, calon mahasiswa itu juga wajib menyerahkan surat keterangan tidak mampu (SKTM).  

“Kami akan bimbing mereka yang tidak mampu secara ekonomi, tetapi punya bakat-bakat tertentu ini menjadi lulusan terbaik nantinya,” tandas Kristanto.

Pada tahap awal, Kristanto mengatakan bahwa beasiswa penuh itu akan diberikan pada 100 calon mahasiswa tidak mampu. “Tetapi jumlah itu bisa ditambah. Kami akan menyesuaikan kondisi yang ada,” ucapnya.

Dia menambahkan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari program re-branding UTS yang sempat di-non-aktifkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) pada tahun 2015.  

Pada tahun 2016, internal perguruan tinggi ini mengalami alih kelola. “Saat ini UTS hadir dengan manajemen berbeda. Dan mengembalikan citra itu susah,” cetusnya.

Terkait proses alih kelola perguruan tinggi tersebut, Kristanto menyatakan pihaknya saat ini membangun internal dulu. “Selanjutnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap UTS,” ungkapnya.   

Masih dalam upaya pembenahan diri, menurut Kristanto, kampus UTS mewujudkan aplikasi E-Management yang saling terintegrasi antardepartemen yang mencakup marketing, keuangan, pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kerjasama.

“Keberadaan aplikasi ini akan meningkatkan produktivitas setiap proses dan bisa menjadi proyek mercusuar yang akan memberikan efek positif mainstream publik bahwa kampus UTS memiliki sistem yang update,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Dr Ir Budi Darmadi MSc, Ketua Yayasan UTS membeberkan sejumlah langkah yang dilakukan sebagai bagian proses re-branding. Strategi yang dilakukan diantaranya adalah akreditasi program studi maupun institusi yang dilaksanakan oleh BAN-PT.

“Ini sebagai legitimasi kualitas program pendidikan perguruan tinggi,” urainya.  

Langkah lainnya yaitu menciptakan standar brand untuk kebutuhan marketing UTS. Juga memanfaatkan alumni UTS sebagai branding melalui berbagai testimony di website UTS.

“Para alumnus ini juga dilibatkan dalam proses Tracer Study, bahkan bisa memberi kontribusi pada pembentukan Career Center,” ujarnya. dit

author