banner 468x60

“Unusa Jangan Sampai Jadi Milik Pribadi”

400 views
iklan

muhammad nuhPenakita | SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang bernaung di bawah Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) menjadi kampus pertama yang dengan tegas memakai nama Nahdlatul Ulama. Ini berbeda dengan kampus-kampus di bawah naungan NU sebelumnya yang lebih banyak memakai nama yayasan.

Perkembangannya, setelah berhasil dan tumbuh besar malah jadi milik pribadi. “Dari pengalaman sebelumnya,  setelah yang dibangun itu besar akhirnya menjadi milik pribadi. Jangan sampai ini menjadi milik pribadi karena ini kami dedikasikan untuk NU,” demikian tandas Mohammad Nuh sesaat sebelum meresmikan nama Unusa sekaligus pemasangan tiang pancang Unusa tower di pelataran RSI Jemurasi Surabaya, Sabtu petang (27/7/2013).

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya yang juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini bertekat Unusa mampu mencetak lulusan yang memiliki karakter yang kuat. Berbasis keagamaan khususnya NU, maupun kewirausahaan untuk mendukung pilar NU.

“Selain itu lulusan Unusa juga harus memiliki kesantunan sosial dan jiwa pengabdian,” ujar mantan Rektor ITS ini.

Dalam kesempatan yang sama, KH Said Agil Siradj, Ketua Umum PBNU KH menyambut antusias pendirian Unusa. “Dengan peresmian Unusa berarti sudah ada sembilan perguruan tinggi yang didirikan selama saya menjadi ketua PBNU. Sebelumnya ada universitas yang didirikan dari nol maupun pengembangan. Insyaallah ini berkembang lagi karena informasi dari dirjen dikti sudah ada beberapa proposal pendirian kampus dibawah NU,” ucapnya.

Acara yang digelar menjelang berbuka puasa ini juga dihadiri Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung serta kiai sepuh dan para rektor seperti Rektor Unair Prof Fasichul Lisan, Rektor Unesa Prof Muchlas Samani, Rektor IAIN Prof Abdul A’la, serta Rektor ITS Prof Tri Yogi Yuwono.

Sedang Prof Dr Rochmad Romdoni SpPD, Rektor Unusa menyatakan, Unusa didirikan untuk mempersembahkan kepada NU sebuah universitas yang berkompeten, unggul, profesional, berkarakter islami, serta berjiwa ahli sunah wal jamaah. Semangat ini diwujudkan dengan memberikan diskon 20 persen Sumbangan Pembinaan dan Peningkatan Pendidikan (SP3) bagi pemegang kartu Nahdlatul Ulama. ari

author