banner 468x60

Wali Kota Terpilih Libatkan Kalangan Akademisi untuk Benahi Malang

421 views
iklan

Anton-SutajiPenakita | MALANG – Wali Kota Malang Terpilih, Mochammad Anton, berjanji bakal melibatkan kalangan akademisi di kota tersebut untuk membenahi permasalahan yang muncul mulai layanan publik, banjir, macet, tata kota, pendidikan, maupun kesehatan.

“Kota Malang memiliki kampus-kampus terbaik di negeri ini, baik negeri maupun swasta. Para akademisi dan peneliti, dari perguruan tinggi di kota ini akan saya libatkan untuk membangun Kota Malang, termasuk rektornya tentu,” ujar pria yang akrab disapa Abah Anton.

Anton yang akan mengemban amanah sebagai Wali Kota Malang mulai 23 September mendatang ini menambahkan, semua program yang dipapar selama kampanye akan disosialisasikan ke semua perguruan tinggi guna mendapat pandangan secara akademis sehingga pelaksanaannya lebih terukur, terarah, dan tepat sasaran. Anton merasa perlu cara kerja praktisi perguruan tinggi sesuai kajian ilmiah yang obyektif dan tidak didikte golongan tertentu.

“Saya pun dalam menjalankan pemerintahan nanti tidak akan mau didikte oleh siapa pun,” cetusnya.

Dipaparkan pula, fokus perhatian yang diharap dari kalangan akademisi ini nanti untuk membantu menangani permasalahan-permasalahan yang muncul di teritori kecamatan tertentu. “Daerah langganan banjir di Kecamatan Klojen di Jalan Galunggung, misalnya, akan ditangani ahli Planologi dari ITN atau Universitas Brawijaya (UB),” kata Sutiaji, Wakil Wali Kota terpilih kota Malang.

Sedang untuk masalah pendidikan akan menggandeng Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di teritorial satu. Sementara Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) dan Universitas Negeri Malang (UM) di teritori lainnya.

“Masing-masing teritori ini akan menjadi tanggung jawab rektor masing-masing,” ungkap Sutiaji.

Tak hanya itu. Ketika mengangkat Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), baik Anton-Sutiaji akan menetapkan setelah mendapat rekomendasi PT. “Fit and proper test-nya juga melibatkan PT sehingga yang mengepalai SKPD nanti memang orang-orang yang ahli di bidangnya, bukan berdasarkan suka atau tidak suka. Hal-hal mendasar inilah yang kami mulai saat menjalankan pemerintahan nanti,” pungkasnya. sum

author