banner 468x60

WSO Beri Tantangan Penonton Jadi Dirigen, Eka : Saya Gemetaran Rasanya

234 views
iklan
Eka, salah seorang penonton konser Worldship Orchestra sempat merasakan sejenak jadi dirigen di pertunjukan yang digelar di Hall Nation Star Academy, Minggu (17/3/2019).

Penakita.com | SURABAYA – Apa itu dirigen atau konduktor? Bagaimana pula rasanya menjadi konduktor sehingga hanya dengan sekali angkat tangan berpengaruh ke permainan musik orkestra?

Sensasi menjadi dirigen itu sempat dirasakan oleh Johan dan Eka, penonton pertunjukan Worldship Orchestra yang disuguhkan di Hall Nation Star Academy (NSA), Minggu (17/3/2019).

Malam itu, musisi muda Jepang yang tergabung dalam WSO seakan tak ingin hanya jadi sebuah ‘mercusuar’. Mereka juga mengajak penonton untuk merasakan ‘tanggung jawab’ sebagai pemimpin sebuah pertunjukan musik kolosal seperti yang dimainkan oleh WSO.

“Waktu masih kuliah saya pernah juga diajar jadi konduktor. Tetapi rasanya tidak seperti ini. Gemetaran rasanya,” ujar Eka yang mengaku lulusan Universitas Negeri Surabaya.

Baca Juga : http://penakita.com/wso-berbagi-kebahagiaan-lewat-musik-klasik-akio-kami-ingin-musik-klasik-dikenal-dan-disukai-banyak-orang/

Selain memberi tantangan jadi konduktor, musisi WSO juga mengenalkan semua alat musik yang mereka usung dari Jepang. Sejumlah alat musik yang sangat jarang dikenal masyarakat, dan hanya dimainkan di pentas musik klasik diantaranya adalah Euphonium, French Horn, Wood Wind, bassoon, dan Oboe.

Selama hampir dua jam mereka menyajikan sejumlah komposisi, seperti Orient Express, Twinkle Twinkle Little Star, dan Four Pictures from New York.

Uniknya, WSO pun sempat memainkan alat musik tradisional negeri ini yaitu angklung dan kolintang. Walau hanya belajar secara singkat di NSA, personel WSO mampu menghadirkan komposisi ‘Yamko Rambe Yamko’ dengan sempurna dan mendapat aplaus penonton.

Di pentas itu, WSO pun sempat tampil kolaborasi bareng musisi tuan rumah, NSA. Berikutnya mereka juga bermain music bareng Amadeus Enterprise.

Organisasi non-profit yang didirikan oleh Noguchi Akihide pada tahun 2014  ini  terinspirasi untuk melakukan tur keliling beberapa negara di Asia Tenggara untuk menyebarkan ‘kegembiraan’ menikmati musik dan orkestra kepada anak-anak yang kurang beruntung.

Di Indonesia sendiri dimulai dengan kunjungan di beberapa tempat yang dilaksanakan pada tanggal 14-17 Maret 2019. “Dalam kunjungan yang ketiga kalinya ini WSO sempat pula menggelar konser-konser kecil di sejumlah sekolah,” ujar Lintang Suminar, Local Coordinator WSO di Surabaya.

Baca Juga : http://penakita.com/suguhkan-musik-klasik-gratis-kapten-wso-ini-sempat-akrobat-di-depan-penonton/

Sekolah yang sempat dikunjungi musisi WSO adalah SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, IPH School, Nation Star Academy, dan Kampung Anak Negeri. Juga ada workshop dengan local orkestra, cultural exchange, dan konser kolaborasi.

Acara rutin tahunan yang dikemas oleh Penakita Foundation ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Diantaranya adalah Radio Suara Surabaya, Pop Hotel, Amadeus Enterprise, dan Nation Star Academy. dit

author