banner 468x60

Wujudkan Keakraban antara Siswa, Orangtua, dan Sekolah, Vita Elementary School Bikin Program Seperti Ini

iklan
ita Elementary School mengakrabkan orangtua, murid, dan pihak sekolah lewat Sport Day.

penakita.com | SURABAYA – Kebersamaan orangtua dan anak, serta orangtua dengan pihak sekolah bisa diwujudkan dalam banyak cara.

Untuk mewujudkan hal tersebut Vita Elementary School punya agenda rutin yaitu Sport Day. Acara tahunan ini mempertemukan orangtua dengan pihak sekolah melalui kegiatan olahraga.

“Event ini bermanfaat dalam pembentukan karakter siswa, meningkatkan sportivitas, dan kerjasama. Di sisi lain, juga menjadi ajang saling mengenal bagi yang belum kenal, dan makin akrab bagi yang sudah kenal,” kata Rona, Ketua Pelaksana Sport Day, Sabtu (16/11/2019). 

Sedangkan bagi orangtua, lanjut Rona, bisa terlibat dalam bentuk formal maupun informal. “Kami punya banyak program Co Curicullar Activity di bidang olahraga untuk mewujudkan kebersamaan orangtua, murid, dan sekolah,” tegas Rona.

Menurut Rona, Sport Day ini melibatkan murid-murid dari kelas 1 hingga 6 SD bersama orangta masing-masing. Ketangkasan dan kekompakan antara anak dan orangtua ini diadu melalui beberapa perlombaan olahraga, seperti badminton, basketball, futsal, tenis meja, catur, dan floorball.

Suasana kian semarak ketika di Sport Day kali ini diperkenalkan floorball yang masih tergolong baru di Indonesia. Olahraga yang dimainkan enam orang dalam satu tim ini sudah populer di Swedia, Finlandia, Norwegia dan Swiss.  

Bola floorball

Di momen spesial tersebut, floorball diperkenalkan oleh Rizal Andreanto, guru olahraga dan sekaligus pelatih Floorball di Vita School. 

“Tujuan permainan ini adalah mencetak gol dengan menempatkan bola plastik ke gawang lawan yang berada di ujung lapangan,” papar Rizal yang juga mahasiswa Universitas Negeri Surabaya sambil memeragakan cara bermain Floorball.

Para pemain dapat mengendalikan dan mengarahkan bola dengan menggunakan tongkat yang ujungnya melengkung. Saat bermain bola, pemain tidak boleh dengan sengaja menggunakan tangan, lengan, atau kepala.

“Tetapi boleh pakai bagian tubuh lainnya,” ujar Rizal.

Pemain dapat mempergunakan kaki, terutama untuk menghentikan bola yang bergulir. “Tetapi, kaki tidak dapat dipergunakan untuk mencetak gol atau mengoper bola kepada teman,” imbuh Rizal.

Tim floorball terdiri dari lima pemain dan satu penjaga gawang, yang memakai perlengkapan khusus dan pekerjaan utamanya adalah untuk menghentikan bola memasuki jaring.

Sementara penjaga gawang tidak diizinkan memakai tongkat. Standard ukuran lapangan floorball internasional adalah 40 x 20 meter dan tertutup oleh papan dengan sudut bulat setinggi 50 cm. mg5 

author