banner 468x60

1.848 Siswa Surabaya Terima Beasiswa dari Jamsostek

396 views
iklan

beasiswa hardiknasPenakita | SURABAYA – Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jamsostek menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan membagikan beasiswa untuk 1.848 siswa Surabaya. Beasiswa ini merupakan satu di antara beberapa program untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja peserta Jamsostek.

Tidak berbeda jauh dengan tahun lalu, pada tahun 2013 ini total beasiswa yang diberikan mencapai angka Rp 3,5 Miliar. Jumlah tersebut terbagi atas lima cabang kantor Jamsostek se-Surabaya.

Rinciannya, cabang Karimun Jawa sebanyak Rp 1.2 Miliar untuk 644 siswa, cabang Rungkut Rp 672 juta untuk 353 siswa, cabang Darmo Rp 912 juta untuk 480 siswa, dan cabang Tanjung Perak Rp 705 juta untuk 371 siswa.

Masing-masing siswa menerima beasiswa sebesar Rp 1,8 juta per tahun untuk jenjang SD dan SMP. Sedangkan untuk siswa di jenjang SMA dan perguruan tinggi, masing-masing mendapatkan Rp 2,4 juta per tahunnya.

Tak semua siswa dapat menerima beasiswa ini. Hanya siswa-siswa berprestasi dengan nilai minimal delapan saja yang bisa mendapatkannya. Salah satu siswa berprestasi penerima beasiswa Jamsostek, Nikmah Rosita mengaku sangat senang dan bangga terpilih sebagai penerima beasiswa ini. Ia menuturkan, akan menggunakan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sekolah.

“Saya juga merasa termotivasi untuk terus belajar dan membanggakan orangtua. Saya akan membuktikan kepada mereka, bahwa saya bisa jadi yang terbaik,” tutur siswa asal SMAN 9 Surabaya ini kepada PENAKITA.com, Kamis (2/5/2013).

Hal senada juga diungkapkan Lintang Suminar Kusumaningpratiwi. Siswa asal SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo ini merasa senang mendapatkan beasiswa dari Jamsostek.

Bahkan, Lintang sapaan akrabnya berencana terus mempertahankan prestasinya di sekolah hingga di perguruan tinggi kelak. Terakhir, tuturnya, ia mendapatkan peringkat ketiga di kelas. “Kalau bisa terus berprestasi sampai perguruan tinggi sehingga bisa mengajukan beasiswa lagi,” tukasnya.ika

author