banner 468x60

22 Prodi PTN Ternama di Surabaya Tidak Terakreditasi

569 views
iklan
Ketua BAN PT Pusat, Prof Dr H Mansyur Ramly SE MS

Ketua BAN PT Pusat, Prof Dr H Mansyur Ramly SE MS

Penakita | SURABAYA – Tidak kurang dari 22 program studi (Prodi) tiga perguruan tinggi negeri (PTN) ternama di Surabaya, yakni Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), dan Universitas Airlangga Surabaya (Unair), tidak terakreditasi. Pasalnya, akreditasi puluhan prodi ketiga PTN tersebut telah lama habis alias kadaluarsa.

Dalam website resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Pusat, terdapat 14 prodi di Unesa yang kadaluarsa akreditasinya, tujuh prodi di ITS, dan satu prodi di Unair. Keempatbelas prodi di Unesa yang mendapat cap kadaluarsa antara lain, D2 PGSD, D2 PGTK, D2 PGSD Pendidikan Jasmani, D3 Tata Boga, D3 Tata Busana, D3 Teknik Listrik, D3 Teknik Mesin, S1 Bahasa dan Sastra Inggris, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Bahasa Jawa, S1 Pendidikan Geografi, 1 Pendidikan Sejarah, S1 Teknik Bangunan, dan S2 Manajemen Pendidikan.

Sedangkan tujuh prodi kadaluarsa di ITS antara lain, D3 Instrumentasi, S1 Biologi, S1 Teknik Kelautan, S1 Kimia, S2 Teknik Informatika, S2 Fisika, dan S3 Arsitektur. Sementara satu prodi di Unair adalah S2 Administrasi dan Kebijakan Kesehatan.

Mantan asesor BAN PT Pusat dan Ketua Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), Dr M Budi Djatmiko M Si mengatakan, data-data BAN PT termasuk yang terpampang dalam website resminya bisa dipertanggungjawabkan dan valid. “Data itu valid dan real time. Kalau memang sudah terakreditasi atau akreditasi ulang, pasti akan muncul di website. Karena prosesnya kan setelah pengajuan akreditasi atau reakreditasi, lalu tiga bulan kemudian kami visitasi, setelah itu ada masa tunggu, biasanya tiga sampai enam bulan, dan lalu keluar akreditasi dan SK-nya,” tukas Budi Kepada PENAKITA.com via telpon, Minggu (31/3/2013).

Hal senada juga ditegaskan Ketua BAN PT Pusat, Prof Dr H Mansyur Ramly SE MS. Pihaknya memaparkan bahwa data akreditasi pada website BAN PT adalah valid. Kalaupun ada kesalahan teknis, itu hanya terkait penamaan prodi atau penamaan kampus tertentu.

Bahkan penamaan ganda pada prodi atau nama kampus tertentu sengaja dipertahankan, agar sejarah penamaan tersebut tidak terlupakan begitu saja.

“Kalau soal akreditasi prodi Arsitektur di ITS itu ya kesalahan teknis saja. Dulunya namanya kan Teknik Arsitektur, lalu ada perubahan nama menjadi prodi Arsitektur saja. Nah, kedua nama itu muncul di website resmi kami, begitu juga di Unesa. Di website kami, terpampang dua nama, yaitu Universitas Negeri Surabaya tanpa singkatan, ada yang Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Memang nama lama dan nama baru tetap kami pertahankan, demi mengingat sejarah-sejarah prodi itu, agar tak terlupakan,” tandas Mansyur.

Untuk membuktikan validitas website berdasarkan pengakuan Ketua BAN PT, tim PENAKITA.com melakukan pengecekan ulang. Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, tidak terbukti adanya dua penamaan berbeda untuk prodi Arsitektur dan kampus Unesa. Yang benar, sejumlah prodi yang telah ditutup pemerintah sejak lama, tetap tercantum dalam website tersebut. ika

author