banner 468x60

Antisipasi Joki Peserta Diminta Tanda Tangan Dua Kali

404 views
iklan

Ujian Paket-CPenakita | SURABAYA – Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) menegaskan akan melakukan pengawasan ketat pada seluruh peserta untuk mengantisipasi praktek perjokian. Selain sebelumnya menyatakan melarang peserta meninggalkan ruang sebelum ujian tulis selesai, meski untuk ke kamar kecil, panitia juga akan memberlakukan ketentuan tanda tangan di lembar jawaban sebanyak dua kali.

Tanda tangan itu, menurut Ismaini Zain, Koordinator Humas Panitia Lokal (panlok) SBMPTN, dilakukan tidak dalam waktu berturutan. “Yang pertama 10 menit sebelum ujian dimulai, dan yang kedua dua menit setelah ujian selesai,” kata Ismaini Zain, Koordinator Humas Panlok SBMPTN Surabaya dari ITS, Senin (17/6/2013).

Dari tanda tangan tersebut bisa dilihat apakah peserta itu asli atau joki. “Karena rentang waktu lama tanda tangannya kan bisa berubah. Dan itu bisa membuktikan bahwa itu tanda tanda tangan asli atau tiruan,” cetus Ismaini Zain.

Selain tanda tangan dan larangan meninggalkan ruangan selama ujian tulis berlangsung, panlok juga melarang membawa alat tulis apapun selain pensil dan penghapus. Serta larangan membawa alat komunikasi seperti telepon seluler (ponsel) serta alat hitung seperti kalkulator.

”Jika membawa ponsel, harus diletakkan di depan ruangan sebelum duduk ke mejanya. Intinya kami tidak ingin kecolongan seperti yang terjai di Malang beberapa waktu lalu,” ujar Ismaini yang juga Kepala Badan Akademik ITS.

Agar proses ujian tulis berjalan lancar, Ismaini juga mengingat agar peserta cermat dalam menuliskan singkatan nama jika terlalu panjang. Singkatan nama harus sesuai yang ada di kartu peserta.

Pasalnya, menurut Ismaini, hal itu berkaitan dengan proses koreksi jawabannya. Di hari pertama semua peserta akan dipandu dalam penulisan nama dan kolom lainnya, termasuk pengecekan kelengkapan soal.

”Jangan sampai singkatannya tidak sama dengan kartu peserta. Itu nanti akan menyulitkan proses koreksi,” tuturnya. ari

author