banner 468x60

Arab Saudi Blokir Aplikasi Viber

493 views
iklan

viber1Penakita | ARAB SAUDI – Kebebasan penggunaan teknologi untuk komunikasi online, ternyata tak bisa dinikmati oleh seluruh penduduk dunia. Setidaknya hal tersebut di Arab Saudi, sebuah negara dengan prinsip religi yang kuat, baru-baru ini memblokir perangkat lunak komunikasi bernama ‘viber’.

Meski namanya tak setenar Whatsapp atau Skype, bagi penggemar gadget, terutama perangkat mobile, Viber bisa jadi perangkat lunak yang dapat digunakan berkomunikasi secara gratis, dengan media online. Dikembangkan oleh Viber Media Inc, perangkat lunak ini dapat digunakan untuk berkirim pesan, menelepon, dan juga berkirim foto kepada orang lain.

Perangkat ini tersedia untuk Android, BlackBerry OS, iOS, Series 40, Symbian, Bada dan Windows Phone. Hingga 26 Februari 2013, perangkat ini telah digunakan 175 juta orang di dunia, termasuk di Indonesia dan Arab Saudi.

Sayangnya, jumlah tersebut dipastikan akan berkurang, terutama di Arab Saudi setelah pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan memblokir layanan perangkat lunak ini. Pada bulan Maret lalu, perangkat ini bersama perangkat lain sejenis telah diblokir dan dipastikan tidak bisa digunakan jika tidak patuh dengan aturan regulasi yang ditetapkan pemerintah setempat.

Aturan regulasi tersebut, seperti dikutip dari BBC, adalah fasilitas pemantau trafict pesan yang sepenuhnya bisa dimonitor oleh pemerintah setempat.

Atas kejadian ini, kepala aplikasi pesan instan Viber, Talmon Marco, mengatakan kebebasan rakyat di Arab Saudi telah direnggut setelah layanan mereka diblokir. “Kami berasumsi alasan mereka ingin tahu adalah untuk mencari cara menyadap percakapan di layanan kami, mendengarkan apa yang dikatakan pengguna, membaca pesan-pesan,” katanya.

Sementara itu, dua aplikasi sejenis juga terancam diblokir di Arab Saudi. Tentu jika persyaratan yang diwajibkan seperti yang diajukan ke Viber ditolak. Dua aplikasi tersebut yakni Skype dan whatsapp yang saat ini masih bisa digunakan secara bebas oleh masyarakat Araub Saudi.

Peringatan dan peraturan ini sendiri ditanggapi beragam oleh masyarakat Arab. Salah satunya protes warga dan kaum ekspatriat. Banyak yang mulai menyensor pesan-pesan mereka, karena khawatir disadap. adi

author