banner 468x60

Awas, Stroke Juga Ancam Orang Muda

440 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Kebenaran Stroke, sebagai bagian dari sindrom metabolik yang sering muncul saat orang berusia 55 tahun keatas saat ini rupanya tak lagi berlaku. Pasanya, menurut penelitian di Amerika, hal ini justru sering datang lebih dini saat ini.

Dikutip dari laman BBC, dalam jurnal American Academy of Neurology Journal, sekitar 19 persen masyarakat Amerika terkena stroke sebelum usia 50 tahun. Jumlah ini meningkat jika dibanding 1 dekade yang lalu, dimana angka kejadian luar biasa ini hanya sekitar 13 persen.

Dr Brett Kissela, penulis studi ini mengatakan, fenomena ini disebut-sebut disebabkan beberapa faktor. Diantaranya diabetes, obesitas dan konsumsi kolesterol yang terlalu tinggi. Sebelumnya, penelitian Brett ini mengamati masyarakat di atas usia 20 lebih di Cincinnati dan Utara Kentucky selama tiga periode tahun 1993, 1999 dan 2005.

Peningkatan yang sama ternyata juga terjadi di Inggris. Gaya hidup yang buruk, bisa dipastikan trend ini juga terjadi pada beberapa orang di belahan dunia lain. David Werring, ahli saraf dari University College London mengatakan, Stroke biasanya dianggap sebagai penyakit orang tua, tapi studi ini mengingatkan kita bahwa orang-orang muda juga dapat menderita penyakit ini.

“Ada kemungkinan hal ini dikarenakan perubahan cara mendeteksi stroke selama penelitian. Perubahan ini terjadi karena kemajuan sistem deteksi Stroke yang biasa disebut Magnetic Resonance Imaging (MRI). Alat ini merupakan tes yang paling sensitif untuk mendeteksi kerusakan stroke di otak, dan telah meningkat dari 18% menjadi 58%. Hal ini yang pada akhirnya dapat meningkatkan diagnosis lebih akurat,” ungkapnya.

Dr Clare Walton, dari Asosiasi Stroke mengatakan, stroke terjadi dalam sekejap, tetapi efeknya dapat berlangsung seumur hidup, dengan jangka panjang cacat berat. “Masalah ini perlu ditangani sekarang. Dalam banyak kasus, stroke dapat dicegah dan semua orang bisa mengurangi risiko dengan membuat beberapa perubahan sederhana gaya hidup sehat. Misalnya, makan diet seimbang, berolahraga secara teratur dan mendapatkan tekanan darah Anda diperiksa semua dapat membuat perbedaan besar,” pungkas Walton.  adi

author