banner 468x60

“Batalkan UN 2013 Sebagai Penentu Kelulusan!”

430 views
iklan

ujian kokPenakita | JAKARTA – Desakan agar nilai ujian nasional (UN) sebagai salah satu penentu kelulusan siswa didik dibatalkan terus mengalir. Tak hanya itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) juga diminta membatalkan nilai UN sebagai tiket masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

Menurut Nasrullah Larada, anggota Komisi X DPR RI, pelaksanaan 2013 menyimpang dari tiga kriteria prinsip dasar pelaksanaan, yaitu ujian berkeadilan, serentak, dan menjamin kepastian. “Parameter kelulusan melalui UN pun tidak menjamin kualitas hasil ujian. Karena itu Kemendikbud wajib membatalkan nilai UN sebagai salah satu penentu kelulusan siswa didik,” cetus Nasrullah Minggu (28/4/2013).

Komentar senada dilontarkan Reni Marlinawati. Anggota Komisi X DPR RI ini menegaskan, hasil UN SMA dan sederajat 2013 tidak sah dan ilegal karena banyak aturan yang dilanggar. Terkait kondisi tersebut, Reni meminta Mendikbud meluluskan seluruh peserta UN.

“Mendikbud harus mengambil sikap legal bahwa UN tidak sah. Tahun ini seluruh anak harus diluluskan semua, kecuali pihak sekolah menilai tidak lulus itu kewenangan sekolah,” tandasnya.

Reni menilai ada pos operasional standar pelaksanaan UN yang di dalamnya mencakup pencetakan, pengambilan soal dari bank data, ujian harus dilaksanakan serentak. Selain itu, murid tenang dan pengawas melakukan tugasnya dengan baik.

Namun, situasi yang tercipta di lapangan, pelaksanaan UN tidak serentak. Kemudian adanya soal fotokopi, anak tidak nyaman dalam menjawab soal karena lembar jawaban terlalu tipis.

Reni juga menjelaskan, aturan yang dilanggar lainnya adalah PP 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan nasional yakni BSNP melakukan validasi serta bank data. Namun saat ini ditender oleh Balitbang.

“Selain itu, juga mengacu UU Sisdiknas pasal 58, yaitu evaluasi anak didik dilakukan oleh pendidik,” pungkasnya. dde

author