banner 468x60

Bulan Depan CT Dapat Gelar Doktor Kehormatan Unair

450 views
iklan

Chairul TanjungPenakita | SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) bakal menyematkan gelar Doktor Honoris Causa (Dr HC) kepada Chairul Tanjung. Pengusaha media dan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang akrab dengan julukan CT ini menjadi orang keempat yang mendapat gelar kehormatan tersebut.

Sebelumnya mantan Sekretaris Negara era orde Baru Moerdiono juga mendapat gelar serupa pada 1994. Mantan Direktur Utama Pertamina Ibnu Guno Soetowo juga pernah mendapat gelar tersebut.

Selain CT, satu lagi tokoh nasional yang akan mendapat gelar Dr HC adalah Triyono Wibowo. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri yang kini menjadi duta Besar Indonesia untuk Swiss ini dinilai memiliki sumbangan yang besar dalam hukum nuklir di Indonesia maupun dunia.

Triyono selama ini diketahui gencar kampanye tentang pentingnya nuklir sebagai sumber energi alternatif. “Dari paper-paper yang dibuat beliau mempunyai kontribusi yang besar dalam dunia penukliran,” kata Prof Dr Fasichul Lisan, Rektor Unair, Sabtu (27/7/2013).

Pengukuhan gelar kehormatan bagi Triyono yang alumni Fakultas Hukum Unair ini belum diketahui kapan dilaksanakan. Namun, untuk CT sudah dipastikan bakal dilaksanakan 26 Agustus 2013.

Menurut Fasich pemberian gelar Dr HC tidak hanya dilihat sisi popularitas penerimanya, tapi juga keyakinan tentang keilmuan. “Yang kami butuhkan adalah mereka yang memiliki kontribusi fundamental keilmuan dan sosial politik. Dan itu hanya mungkin diberikan pada orang yang konsisten,” ucap mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim ini.

Ditegaskan Fasich, CT dinilai memberikan sumbangsih yang besar dalam kemajuan bangsa, terutama mendorong implementasi program ekonomi kesejahteraan. Gerakan ekonomi kesejahteraan yang dicanangkan CT, lanjut Fasich, telah menginspirasi kebijakan nasional.

Salah satu contoh nyata usulan CT yang kini populer di masyarakat adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang diberikan sebagai imbas kenaikan harga BBM. “Ada jutaan masyarakat berada di garis kemiskinan. Kalau golongan ini tidak langsung diberikan bantuan, akan merasakan dampak gejolak nasional. Pemikiran ini sejalan dengan konsep ekonomi kesejahteraan yang dicanangkan pak CT,” tuturnya.

Diakui Fasich, CT yang juga penulis si Anak Singkong ini pun telah memberikan kontribusi yang besar terhadap Unair. Anggota Majelis Wali Amanat Unair ini ikut membantu mengembangkan Unair lewat jaringan perusahaannya.

Dan dipilihnya Unair dalam pencanangan ekonomi kesejahteraan juga memberikan dampak besar bagi perkembangan Unair. Fasich tidak menyebut nominal bantuan yang diberikan CT pada sivitas akademika Unair.

“Soal besaran sumbang beliau tidak bisa dirupiahkan karena dampak yang diberikan terhadap Unair lebih dari angka rupiah,” pungkasnya. ari

author