banner 468x60

Distribusikan Soal UN, Dindik Jatim Berhutang

419 views
iklan
Sekretaris Panitia UN Dindik Jawa Timur, Aziz Budi Hariyanto

Sekretaris Panitia UN Dindik Jawa Timur, Aziz Budi Hariyanto

Penakita | SURABAYA – Besok, Jumat (5/4/2013) distribusi naskah soal ujian nasional (UN) dilakukan panitia penyelenggara UN provinsi Jawa Timur. Pengiriman untuk pertama kalinya ini ditujukan untuk daerah terpencil, yaitu Pulau Bawean, Gresik.

Sayangnya, rencana ini justru membuat panitia penyelenggara kian cemas dalam melaksanakannya. Sebab, anggaran UN yang ditunggu-tunggu tak kunjung dicairkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga hari ini, Kamis (4/4/2013).

Sekretaris Panitia UN Jatim Azis Budi Hariyanto mengungkapkan, pengiriman ini merupakan keputusan yang sangat dilematis. Jika tidak dilakukan pengiriman hari ini, Azis mengaku pelaksanaan UN di daerah tersebut dipastikan terganggu, bahkan bisa jadi gagal. Namun demikian jika pengiriman tetap dilanjutkan, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur selaku penyelenggara UN akan menanggung beban hutang.

“Pakta integritas dan MoU memang sudah diteken sejak 2 April lalu. Perkiraan kami 5 April anggaran sudah dicairkan dan dapat digunakan untuk pengiriman pertama. Tapi kenyataannya sampai sekarang tidak ada anggaran yang cair,” ungkap Azis kepada PENAKITA.com, Kamis (4/4/2013).

Kecemasan karena lambatnya pencairan anggaran ini, diakui karena proses pendistribusian membutuhkan anggaran yang lumayan. Sebab, yang menanggung seluruh biaya pendistribusian dari gudang hingga ke daerah yang dituju adalah panitia UN di Jatim. Sedangkan tanggung jawab distribusi oleh perusahaan percetakan, hanya dari percetakan hingga ke gudang naskah di provinsi.

“Untuk daerah terpencil, kami bertanggung jawab untuk mengirimnya ke daerah. Di lokasi, naskah akan langsung di drop dan diamankan di Polsek setempat,” tutur Azis.

Azis menambahkan, anggaran yang mandeg di pusat ini juga berdampak pada persiapan UN di daerah. Sebab, hingga saat ini panitia di kabupaten/kota juga tengah menunggu-nuggu anggaran tersebut untuk menutup segala kebutuhan terkait UN.

Padahal sebelumnya, lanjut dia, Kemendikbud telah berjanji segera mencairkan anggaran tersebut. “Memang tidak ada kepastian sampai hari ini. Setiap dikonfirmasi, jawaban dari pusat selalu berjanji secepatnya,” tukas Aziz. ika

author