banner 468x60

Gantikan RSBI, Dindik Surabaya Hidupkan Sekolah Kawasan!

472 views
iklan

rsbi3Penakita | SURABAYA – Sekolah eks Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) Surabaya mulai dihidupkan kembali. Dinas Pendidikan (Dindik) mengubah nama RSBI menjadi sekolah kawasan yang berada di seluruh wilayah Surabaya.

Sistem yang dipakai dalam sekolah kawasan tidak jauh berbeda dengan RSBI. Siswa tidak bisa sembarangan masuk sekolah ini, karena harus melewati tes potensi akademik (TPA) yang ditetapkan Dindik. Untuk menjalani tes ini, Dindik tidak akan membebani biaya apapun kepada siswa.

“Sekolah yang masuk sekolah kawasan adalah eks RSBI. Sekolah-sekolah ini merupakan sekolah yang berkualitas,” kata Kepala Dindik Surabaya, Dr Ikhsan SPsi MM, kepada PENAKITA.com, Kamis (2/5/2013).

Menurut Ikhsan, keputusan untuk menghidupkan RSBI karena sistem yang dipakai sangat baik dan tidak bertentangan dengan aturan. Persoalan RSBI muncul, ungkap dia, karena ada tarikan dana di sekolah terlalu tinggi.

Namun, untuk Surabaya sudah tidak ada tarikan dalam bentuk apapun, berarti pembentukan sekolah kawasan sangat bagus. “Siswa yang bisa mendaftar ke sekolah kawasan nilainya minimal 8,5,” ungkap mantan Kepala Bappemas Surabaya ini.

Untuk bisa masuk sekolah kawasan, siswa harus bekerja keras. Mereka hanya diberi pilihan dua sekolah, satu dalam satu rayon dan satunya luar rayon. Kebijakan ini dilakukan supaya siswa tidak seenaknya mendaftar ke sekolah-sekolah yang jauh dari rumah.

Bagi siswa yang berminat, lanjut Ikhsan, mereka bisa mendaftar melalui online tanggal 23 hingga 26 Juni 2013, kemudian melakukan tes potensi akademik pada 29 dan 30 Juni 2013. “Bagi yang lolos bisa menjadi siswa sekolah kawasan,” tegas dia.

Untuk jumlah sekolah kawasan, ada perubahan signifikan. Jika RSBI tingkat SMAN sebelumnya ada delapan sekolah, berubah menjadi 22 sekolah kawasan. Sedangkan SMP RSBI yang sebelumnya ada tiga, kini berubah menjadi menjadi 12 sekolah kawasan di semua wilayah pinggiran. “Kami ratakan di semua wilayah, kami tidak fokuskan ke tengah kota seperti RSBI,” ungkap Ikhsan. ika

author