banner 468x60

Guru-Murid Turun ke Jalan Tuntut Mendikbud Turun!

450 views
iklan

un+2012Penakita | JAKARTA – Gabungan anggota Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan murid bakal turun ke jalan untuk mengajukan tuntutan agar hasil ujian nasional (UN) 2013 dibatalkan karena banyaknya masalah yang mengiringi pelaksanaan UN tersebut. Aksi ini juga untuk menuntut supaya nilai UN tidak dijadikan penentu kelulusan dan tiket masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

FSGI juga meminta Panja Evaluasi UN yang dibentuk Komisi X DPR segera memutuskan untuk menghapus UN.
“2013 adalah pelaksanaan UN terakhir,” tegas Retno Listyarti, Sekjen FSGI di Jakarta, Minggu (28/4/2013) malam.

Retno menambahkan,”Jika Mendikbud tetap ngotot dilaksanakan, maka kami akan melakukan gugatan hukum. Karena kami adalah pihak yang paling dirugikan dari keteledoran dan kecerobohan pemerintah.”

Elemen guru dan murid ini juga menuntut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh segera mundur atau diberhentikan oleh presiden. “Semua pihak yang merasa dirugikan atas pelaksanaan UN 2013, mari rapatkan barisan. Guru, orangtua murid, serta murid yang dirugikan akan turun ke jalan. Kami akan menuntut pemerintah pada tanggal 2 Mei nanti!” tandas Retno yang beberapa waktu lalu menggugat keberadaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). MK akhirnya mengabulkan gugatan tersebut dan memutuskan RSBI harus dihapus.

Jumlah siswa di 11 provinsi itu ada 1,1 juta orang dan tersebar di 3.601 SMA/MA dan 1.508 SMK. Ke-11 provinsi yang mengalami penundaan UN adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gorontalo.

Retno menuding Kemendikbud tidak profesional. “Kerjanya cuma menguji terus. Guru diuji UKG (uji kompetensi guru), murid juga diuji UN. Ini betul-betul kementerian pengujian. Sementara mereka tak mampu melaksanakan UN itu sendiri!” ucapnya.  dde

author