banner 468x60

Inilah Cara Mengurangi Kadar Pencemaran Zat Berbahaya Dalam Air

581 views
iklan

SMA Cita HatiPenakita | SURABAYA – Kondisi lingkungan hidup dan perairan yang semakin lama semakin tercemar, terutama di Kota Metropolitan, membuat banyak kalangan prihatin. Keprihatinan tersebut ditunjukkan, salah satunya dengan berlomba-lomba mengurangi kadar pencemaran itu sendiri.

Kondisi tidak sehat itulah yang mengetuk hati dua sekawan, Mariska Grace dan Shintya Tanggara, siswa kelas XI SMA Cita Hati. Keduanya berusaha melakukan penelitian dan riset mendalam untuk mencari solusi mengurangi pencemaran dalam air, khususnya pencemaran oleh kandungan zat tembaga.

Penemuan pun dimulai ketika secara tak sengaja keduanya meneliti zat yang terkandung dalam kulit kacang tanah. Luar biasa dan tak disangka-sangka, rupanya dalam kulit kacang tanah terkandung zat phytic acid. Zat ini berguna untuk mengikat ion-ion metal, sehingga mampu menghilangkan kadar tembaga dalam air.

“Inspirasinya sebenarnya tidak sengaja. Kebetulan kami berdua ini suka makan kacang. Suatu hati ketika ada pesta di rumah saya, salah satu cemilannya adalah kacang. Setelah pesta banyak sekali tumpukan kulit kacang dimana-mana. Dari situ saya berpikir untuk memanfaatkan kulit kacang ini, tapi secara lebih ilmiah,” papar Shintya kepada PENAKITA.com, Jumat (26/4/2013).

Lebih jauh Shintya melanjutkan, untuk satu gram kulit kacang mengandung 200-300 mhg, sehingga untuk mensterilkan satu liter air yang tercermar, butuh 1,2 gram kulit kacang. Caranya sangat sederhana, sampah kulit dari kacang yang kita makan, bisa langsung begitu saja dibuang atau ditebarkan di dalam air sungai, atau air limbah industri yang hendak disterilkan.

Cukup dengan menunggu kurang lebih satu jam, kandungan phytic acid dalam kulit kacang segera bekerja mengurangi kadar tembaga dalam air tersebut. “Kami sarankan kulit kacangnya digerus atau dihaluskan lebih dulu, agar daerah penyebarannya bisa lebih luas. Kulit kacang apa saja bisa, mau kulit kacang garing, juga bisa. Tapi hasil yang maksimal jika kita menggunakan kulit kacang tanah segar,” kata Shintya.

Dara cantik kelahiran Surabaya, 15 April 1996 ini berharap, penemuannya ini dapat diaplikasikan oleh masyarakat luas. “Cara ini kan sangat mudah sekali, jadi harapannya bisa diterapkan masyarakat. Apalagi kalau mereka mengaku cinta lingkungan, jadi dengan cara ini bisa membantu lingkungan hidup lebih sehat,” tegasnya.ika

author