banner 468x60

Inilah Sanksi Bagi Siswa Curang Ketika UN

459 views
iklan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan

Penakita | SURABAYA – Hati-hati bagi siswa peserta ujian nasional (UN) 2013, jangan sampai coba-coba untuk melakukan tindak kecurangan saat ujian berlangsung. Sebab, jika mereka terpergok melakukan pelanggaran, berbagai macam sanksi bakal mereka terima.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Ikhsan, kepada seluruh siswa peserta UN di Surabaya, Rabu (10/4/2013). Ikhsan menjelaskan, bahwa sesuai aturan, jenis-jenis pelanggaran peserta UN dibagi dalam tiga jenis, yakni pelanggaran ringan, sedang, dan berat.

“Kalau pelanggaran ringan itu seperti meminjam alat tulis dari peserta ujian lain, atau tidak membawa kartu ujian. Dua hal itu termasuk dalam pelanggaran ringan lho. Sanksinya, mereka akan diberi peringatan secara tertulis,” beber Ikhsan kepada PENAKITA.com, Rabu (10/4/2013).

Sementara untuk jenis pelanggaran sedang, lanjut Ikhsan, di antaranya adalah membuat kegaduhan di dalam ruang ujian, atau membawa handphone (HP) ketika ujian berlangsung. “Ini sanksinya juga lumayan berat. Bisa-bisa ada pembatalan ujian pada mata pelajaran bersangkutan,” tutur Ikhsan.

Mantan Kepala Bappemas Surabaya ini kembali memaparkan, bahwa sanksi bagi pelanggaran berat lebih ekstrim lagi. Jika siswa melakukan jenis pelanggaran berat, mereka bisa dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan tidak lulus. “Kalau sampai seperti itu kan ngeri sekali dan bisa merugikan masa depan siswa ini,” tukas Ikhsan.

Oleh karena itu, Ikhsan menghimbau kepada seluruh peserta UN di Surabaya, untuk tidak melakukan tindak kecurangan, seperti membawa contekan ke ruang ujian, bekerjasama dengan peserta ujian lain, atau menyontek dan menggunakan kunci jawaban. “Kerjakanlah soal UN dengan percaya diri. Yakinlah kalian bisa,” katanya. ika

author