banner 468x60

“Jangan Merger Sekolah Jika Malah Timbulkan Masalah Baru!”

437 views
iklan

isa anshoriPenakita | SURABAYA – Meski banyak SD sepi peminat di tahun ajaran 2013-2014, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Isa Anshori berharap agar kondisi itu disikapi dengan bijaksana. Jika Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya berencana melakukan merger, lanjut Isa Anshori, kebijakan tersebut harus diputuskan berdasar banyak pertimbangan.

“Jangan asal merger. Pertimbangkan masak-masak sebelum ambil keputusan, termasuk kondisi sekolah, lingkungan, dan kondisi gurunya,” tegas Isa Anshori.

Ditegaskan Isa, jika di wilayah tersebut masih banyak pilihan sekolah, maka SD yang sepi peminat ini bisa saja dimerger. “Tapi, sekolah itu harus dipertahankan bila tidak ada pilihan lain. Artinya, sekolah itu satu-satunya yang ada di sana, karena sekolah itu tetap akan menjadi jujugan siswa di sana,” tandas Isa Anshori.

“Harus ada kajian mendalam terkait merger sekolah ini. Jangan sampai merger yang diharapkan mengatasi kekurangan siswa akan menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, hingga akhir pendaftaran PPDB SD, Sabtu (29/6/2013) lalu ada 11 SD yang peminatnya kurang dari 10 murid. Di SDN Tambaklangon yang pada tahun ajaran baru ini menyiapkan 40 kursi, malah belum menerima pendaftaran dari satu orang pun.

Masih sepinya pendaftar di sekolah-sekolah tertentu ini, menurut Eko Prasetyaningsih, Humas PPDB Dindik Surabaya, diduga lantaran anak-anak usia sekolah di kawasan tersebut belum mengetahui tentang batas akhir pendaftaran PPDB SD. “Mereka bisa jadi masih berlibur ke luar kota. Biasanya mereka kaget setelah balik (dari luar kota) ternyata sudah digelar pendaftaran. Kondisi ini umumnya terjadi di daerah-daerah pinggiran,” ujar Eko, Sabtu (29/6/2013).

Bagi sekolah yang belum memenuhi pagu masih diberi kesempatan untuk menuntaskan proses pendaftaran hingga Selasa (2/7/2013) pukul 16.00 WIB. “Kami harap pada saat itu sudah ada perkembangan baru,” pungkasnya. ari

author