banner 468x60

Jawaban Soal SBMPTN Tidak Dinilai? Ini Penyebabnya!

376 views
iklan

ujian SBMPTNPenakita | SURABAYA – Kelulusan peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) tak hanya ditentukan dari nilai yang didapat dari hasil menjawab soal-soal yang dikerjakan selama dua hari (Selasa-Rabu, 18-19/6/2013). Hal lain yang berkaitan dengan ketentuan yang diberlakukan panitia pada peserta SBMPTN juga menentukan kelulusan peserta.

Ketentuan tersebut diantaranya kewajiban peserta SBMPTN membawa bukti kopi ijazah yang sudah dilegalisasi sekolah, atau surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) bagi yang belum keluar ijazahnya. Bila mereka lupa membawa persyaratan itu, jawaban soal para peserta terancam tidak dinilai.

Informasi yang diperoleh PENAKITA.com menyebutkan, saat ujian tulis hari pertama (Selasa, 18/6/2013), ada 60 peserta yang tidak membawa kopi ijazah atau SKHUN. Jumlah ini turun mencapai sekitar 20 peserta di hari kedua (Rabu, 19/6/2013).

Puluhan peserta ini sebagian besar beralasan lupa membawa, tertinggal di rumah atau bahkan ada yang hilang dan belum sempat mengurus ke sekolah masing-masing. “Para peserta yang tidak membawa kelengkapan ujian ini masih diperbolehkan mengikuti ujian. Baru setelah ujian berakhir mereka diminta melapor ke sekretariat panitia di Gedung Robotika, ITS dengan membawa bukti apapun yang menunjukkan dia memang peserta yang sebenarnya,” tandas Bambang Soemardiono, Kordinator Pelaksana Ujian SBMPTN.

Ditambahkan dosen ITS ini,”Ijazah dan SKHUN ini sangat penting sebagai bukti dia telah lulus. Jangan sampai setelah diterima ternyata dia belum lulus. Makanya wajib ditunjukkan.”

Jika sampai hari kedua mereka tetap tidak membawa bukti-bukti tersebut, maka ada kemungkinan hasil ujiannya tidak diproses. “Untuk menentukan apakah hasilnya diproses atau tidak itu akan diputuskan dalam rapat tim pelaksana. Bisa saja tidak diproses, tergantung dari tim,” pungkasnya. ari

author