banner 468x60

Jika Dilelang, Pemenangnya Diragukan Bisa Penuhi Kebutuhan Seragam Mitra Warga

iklan

seragam smaPenakita | SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya menyatakan pengadaan seragam bagi siswa miskin di jalur mitra warga tidak mungkin dilakukan melalui proses lelang. Pasalnya, meski nominal anggaran seragam untuk siswa mitra warga ini besar namun item per-sekolah sangat kecil.

“Karena jumlah siswa di masing-masing sekolah kan juga tidak banyak. Sedang kebutuhan di setiap sekolah beda-beda,” tegas Eko Prasetyaningsih, Humas Dindik Kota Surabaya.

Penegasan itu dilontarkan Eko menanggapi sorotan anggota dewan karena realisasi seragam bagi siswa mitra warga ini tidak dilakukan melalui proses lelang. Pemkot Surabaya melalui Dindik setempat langsung mengucurkan dana sebesar Rp 3,5 juta ke masing-masing sekolah yang menjalankan program mitra warga.

Menurut Eko, anggaran seragam mitra warga ini sengaja diberikan dalam bentuk uang tunai karena tidak mungkin dirupakan seragam yang realisasinya lewat proses lelang. “Kalau misal dilelang, apa pemenang lelang bisa memenuhi seragam sekolah yang jumlahnya ratusan dan berbeda-beda bentuk dan warnanya?” cetusnya.

Ditambahkan pula, jumlah siswa mitra warga hanya sekitar lima persen dari total siswa baru. Artinya, hanya ada sekitar 18 siswa di tiap sekolah yang akan diberikan seragam secara gratis.

Mengenai keluhan sejumlah sekolah lantaran anggaran yang dialokasikan buat seragam mitra warga ini dianggap terlalu kecil, Eko menyatakan, anggaran yang diberikan sudah sesuai alokasi di APBD 2013.

“Sekolah sudah bisa mengatur sendiri anggarannya,” ujar Eko yang juga Kabid Pendidikan Dasar Dindik Surabaya. ari

author