banner 468x60

Kemendikbud Belum Bayar Bea Pencetakan Naskah Soal UN Senilai Rp 13,7 Miliar

iklan

Kadiknas Harun1Penakita | SURABAYA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga kini ternyata belum menuntaskan tanggungannya melunasi pembayaran pada PT Jasuindo Tiga Perkasa senilai Rp 13,7 miliar. Dana sebesar itu untuk bea pencetakan naskah soal ujian nasional (UN) mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA dan sederajat, serta Pendidikan Kesetaraan (PK), dan Pendidikan Luar Biasa (PLB) dengan total oplah sebanyak 102.258.720 eksemplar.

Naskah UN itu didistribusikan tidak hanya untuk sekolah di Jawa Timur (Jatim), melainkan juga ke Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. “Anggaran dari pusat memang belum cair. Saya sendiri tak tahu kenapa bisa molor sampai selama ini. Saya akan ke Jakarta untuk menanyakan hal tersebut,” ujar Harun, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Senin (9/7/2013).

Harun yang juga Ketua Panitia UN Jatim mengungkap pula, bahwa tunggakan pemerintah pusat tak hanya pada percetakan naskah soal di Jatim. Seluruh provinsi yang ditangani masing-masing perusahan pemenang tender, juga mengalami nasib demikian, yakni masih dalam bentuk piutang.

Pernyataan senada diungkap Azis Budi Hariyanto, Sekretaris Panitia UN Jatim. Menurut Azis, proses pelimpahan percetakan dari PT Ghalia, selaku pemenang awal tender ke perusahaan yang lain juga bermasalah.

Ditekankan Azis, bila ada perusahaan yang dianggap gagal lantaran tidak dapat mengerjakan tender, konsekuensinya adalah putus kontrak. Baru kemudian dilakukan lelang lagi. “Kalau ini dilakukan, akibatnya memperlambat pelaksanaan UN serta bisa gagal karena tidak cukup waktu. Memang saat itu penuh dilema, kalau tidak segera ada keputusan UN terancam gagal dilaksanakan di beberapa provinsi. Sehingga percetakan dilimpahkan ke beberapa perusahaan lain, salah satunya PT Jasuindo Tiga Perkasa,” ucapnya.

“Kondisi ini memang patut disesalkan. Kami kasihan pada perusahaan yang mengerjakan proyek ini dan belum dapat pelunasan dari pusat,” ujar Azis. ari

author