banner 468x60

M Nuh : Selama Naskah Tidak Bocor, UN Masih Sah!

464 views
iklan

Mendikbud2Penakita | SURABAYA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh memberikan tanggapan soal permintaan DPR untuk mengabaikan hasil UN SMA karena pelaksanaannya tidak dilakukan serentak. Mantan Rektor ITS ini mengatakan, substansi dari UN terletak pada kerahasiaan soal. Sedangkan mengenai pelaksanaannya yang tidak serentak masih bisa diperdebatkan.

“Kalau soal itu sudah bukan rahasia lagi yang artinya terjadi kebocoran dimana-mana, maka UN itu sudah kehilangan makna. Jadi, yang paling pokok sekali adalah kerahasiaan soal. Selama naskah tidak bocor, UN masih sah dan saya berani mempertanggungjawabkannya,” tegas Nuh kepada PENAKITA.com, Senin (29/4/2013).

Ketika disinggung adanya indikasi kebocoran kunci jawaban dan soal di beberapa daerah, termasuk Surabaya, menteri yang berasal dari Kota Pahlawan ini justru meragukannya. Apalagi hingga saat ini, diakuinya, kunci jawaban masih disimpan rapat oleh Kemendikbud.

Menurut Nuh, dalam pelaksanaan UN tahun ini, kombinasi soal sebenarnya ada 30 paket. Namun, yang diambil sejumlah 20 paket saja untuk dicetak. Dengan demikian, bisa jadi tiap daerah itu soalnya berbeda-beda. “Kalau ada kunci jawaban yang beredar dengan kode-kode soal tertentu, saya kok meragukannya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, tim investigasi tetap akan menelusuri peredaran kunci jawaban dengan kode-kode soal tertentu tersebut. Sehingga, tempat pencetakan naskah soal di provinsi yang muncul indikasi kebocoran bisa  diusut juga.

Ketika ditanya adanya usulan mengenai regionalisasi pencetakan soal UN seperti yang dilakukan beberapa tahun lalu, ia mengaku akan menerima masukan tersebut. “Tiga tahun lalu kami serahkan ke daerah. Karena ada masalah akhirnya kami tarik ke pusat kembali. Jadi usulan-usulan seperti itu tetap kami tampung,” pungkasnya.ika

author