banner 468x60

Masa Jabatan Rektor Buat PTN Lamban Terapkan Manajemen Bisnis

387 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Perguruan tinggi mengalami perubahan besar, dari sistem kolegial masuk ke pendekatan perusahaan bisnis (korporate bisnis). Korporatisasi perguruan tinggi itu bisa dilihat dari semua prosedur manajemen mulai perencanaan hingga monitoring evaluasi (monev) yang semakin birokratis.

Seluruh ketentuan diatur dalam level yang lebih tinggi. “20 tahun lalu perguruan tinggi tidak dituntut membuat visi. Tapi sekarang dalam operasional harus memakai ISO,”kata Dr Seger Handoyo, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya dalam orasi ilmiah 30 Tahun Pendidikan Psikologi Unair, Selasa (12/2/2013).

Dampak lain dari korporatisasi PT adanya upaya menaikkan standar gaji para pemimpin-pemimpinnya yang disamakan dengan sektor bisnis. Dan seluruh administrasi pendidikan memakai administrasi bisnis.

Terpisah, Prof Andreas Budiharjo, dari Prasetya Business School menyatakan, salah satu faktor yang mengakibatkan perguruan tinggi negeri lamban menerapkan manajemen bisnis adalah adanya masa jabatan pemimpin (rektor). Kondisi ini membuat sistem yang sudah dibangun harus diubah lagi seiring perubahaan pimpinan.

“Kalau swasta, selama dia perform bagus bisa terus dipakai,” demikian tutur Andreas.

Meski memakai sistem perusahaan, Andreas menilai perguruan tinggi, tetap tidak bisa disamakan dengan perusahaan. Perguruan tinggi, profit bukan segala-galanya, meski itu penting.

“Misalnya untuk mendapatkan sponsor tidak semua bisa diajak kerjasama. Ada perguruan tinggi tertentu yang menolak bekerjasmama dengan perusahaan rokok,” cetusnya.

Ditambahkan Andreas, universitas China selangkah lebih maju dibandingkan Indonesia. Ini ditunjukkan dengan fenomena program beasiswa. Jika Indonesia kini menggiatkan mahasiswanya untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. China malah giat mengundang kembali mahasiswa yang tinggal di luar negeri setelah mendapatkan beasiswa.

“Kalau untuk programnya sendiri, di China sudah 3 tahun yang lalu, sekarang malah sibuk mengundang mahasiswanya kembali,” tegas Andreas.

Menurut Andreas, kemajuan yang dicapai China itu tidak terlepas dari peran pemerintahnya. “Pemerintah china sangat membantu, karena prestise pergaulan dengan negara lain,” pungkasnya.

author