banner 468x60

Masih Ada Nama Lain Yang Direkomendasikan untuk Diberhentikan

452 views
iklan

UNSDPenakita | JAKARTA – Hasil investigasi Inspektorat Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Itjen Kemendikbud) belum seluruhnya diungkap ke publik. Dan kabar yang beredar, selain Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang), Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik).

Tak hanya itu. Pejabat terkait tender ujian nasional (UN) juga santer disebut masuk dalam rekomendasi Itjen Kemendikbud untuk diberhentikan. Jumlah pegawai di Kemendikbud yang direkomendasikan bisa bertambah lagi jika investigasi soal tender dan percetakan selesai.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh pun mengaku, ada rekomendasi untuk memberhentikan pejabat lain selain Kabalitbang, Khairil Anwar Notodiputro. Tetapi, M Nuh kembali menegaskan, pihaknya masih menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan rekomendasi Itjen Kemendikbud.

Saat jumpa pers hasil investigasi pelaksanaan UN, Senin (13/5/2013), Mendikbud hanya menyampaikan rekomendasi Itjen Kemdikbud untuk memberhentikan Kepala Balitbang. Sedang pejabat lain di Kemendikbud ataupun di dinas pendidikan daerah dan perguruan tinggi tidak dibuka.

Alasan Mendikbud, pejabat yang terkait masalah teknis masih dibutuhkan untuk menuntaskan pelaksanaan UN yang memasuki tahap penilaian.

Tuntutan agar karut marut pelaksanaan UN segera dituntaskan pun ditekankan oleh Federasi Guru Independen Indonesia. Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia ini bahkan menyebut Ketua BSNP sebagai pelaksana UN juga harus mundur.

“Bukan hanya Kepala Balitbang yang diberhentikan. Kami menuntut, Ketua BSNP sebagai pelaksana UN berdasarkan regulasinya juga harus mundur dan akhirnya Mendikbud pun harus mundur. Karena kesalahan bawahan, etikanya dipertanggungjawabkan atasan,” tandas Iwan Hermawan. dde

author