banner 468x60

“Mohon Maaf, Tertundanya UN SMA Ini Musibah Luar Biasa”

444 views
iklan

Penakita | JAKARTA – Apa reaksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh menyusul merebaknya tuntutan agar hasil ujian nasional (UN) dibatalkan. Dengan santai, M Nuh menyatakan pelaksanaan UN SMA yang tertunda merupakan musibah yang tidak diharapkan.

“Kami seluruh jajaran Kemendikbud memohon maaf atas satu musibah dan kecelakaan, karena ada satu dari enam percetakan, tidak bisa menyelesaikan apa yang di dalam kontrak, sehingga 11 provinsi tidak bisa melakukan UN serentak. Ini musibah luar biasa,” begitu ujarnya.

Mendikbud menganggap kasus tertundanya pelaksanaan UN di 11 provinsi itu sebagai musibah luar biasa, karena tertundanya UN bukan saja memengaruhi 11 provinsi, namun juga wilayah lainnya. “Kami meminta permohonan maaf, ini sangat menyedihkan. Kami sangat sedih dan menyesal, ini sangat merugikan peserta didik. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya,” tutur mantan Rektor ITS ini.

Mengenai tuntutan agar hasil UN dibatalkan, Nuh menyatakan pihaknya masih mempertimbangkan saran tersebut. “Termasuk hasil UN tidak dijadikan sebagai kelulusan dan alat masuk Perguruan Tinggi. Saya tidak bisa serta merta, kami akan olah terlebih dahulu,” ujarnya.

Nuh masih melihat bagaimana 22 provinsi yang tidak terkena dampak penundaan UN tersebut. Pasalnya, tidak semua provinsi bermasalah dengan UN. “Kami akan menetapkan sikap, apakah UN tetap seperti semula, atau khusus 2013 punya pertimbangan lain,” pungkasnya. dde

author