banner 468x60

Obat Herbal Lebih Alami, Tapi…

386 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | SURABAYA – Dibanding obat kimiawi, minimnya efek samping berbahaya membuat obat herbal lebih dianjurkan pengunaannya. Namun bukan tanpa celah, konsumsi obat herbal yang baik tertentu juga harus didasari pertimbangan-pertimbangan bijak. Hal ini tentu bertujuan meminimalisir dampak buruk yang dihasilkan.

Seperti konsumsi obat pada umumnya, obat herbal sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan dan takaran yang sesuai. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghurfron Mukti. Berikut kiat konsumsi obat herbal yang baik dan benar sesuai anjuran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

1. Baca aturan pakai, karena segala sesuatu yang berlebih biasanya juga berdampak kurang baik.
2. Jangan paksa jika tidak memberi harapan yang baik. Sehingga jangan ragu untuk menghubungi dokter jika sakit atau masalah berlanjut.
3. Jika menggunakan kombinasi antara obat kimia dan herbal, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
4. Jika menimbulkan alergi, sebaiknya penggunaan obat herbal jangan diteruskan.
5. Seletktif memilih obat herbal, terutama bagi Anda penderita hipertensi, gangguan fungsi jantung, ginjal, dan hati. Konsumsi obat yang salah justru akan memperburuk keadaan.
6. Begitu juga dengan saat hamil atau merencanakan kehamilan dan wanita menyusui. Karena beberapa obat herbal justru sering menimbulkan efek yang tidak diinginkan. adi

author