banner 468x60

Olahraga Rutin Bisa Bikin Kita Lebih Pintar Lo!

433 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – Rajin olahraga bisa bikin orang lebih pintar? Itulah hasil penelitian Montreal Heart Institute (MHI) dan Montreal Geriatric University Institute yang dipimpin Dr Anil Nigam.

Anil melakukan penelitian pada enam orang dewasa yang mengikuti program latihan interval selama empat bulan. Kegiatan yang dilakukan berupa dua kali seminggu latihan interval di sepeda stasioner, dan dua kali seminggu latihan beban.

Para partisipan penelitian ini memiliki indeks masa tubuh (body-mass index/BMI) antara 28 sampai 31, yang tergolong overweiight dan obesitas, yang merupakan salah satu pemicu faktor risiko penyakit jantung. “Selama mereka latihan kami memantau fungsi kognitif (otak), VO2max, dan aliran oksigen ke otak, dan hasilnya menunjukkan perbaikan sangat besar pada fungsi kognitif (kecerdasan) partisipan. Ini berkat latihan,” kata Nigam.

Latihan interval adalah sebuah metode berolahraga untuk meningkatkan fungsi kardiovaskular, berupa selang-seling antara latihan aerobik intensitas tinggi dan rendah. Misalnya lari sprint (cepat) 30 detik diikuti jogging atau jalan kaki selama 30 detik.

VO2max adalah kapasitas maksimum dari tubuh manusia untuk mendistribusikan dan menggunakan oksigen selama berolahraga. Pengaruhnya adalah jumlah aliran oksigen ke otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif.

“Sebelum penelitian dimulai, para partisipan menjalanai tes kognitif, biologi, dan psikologi untuk melihat fungsi kognitif mereka, komposisi tubuh, risiko kardiovaskular, aliran oksigen ke otak selamaolahraga, serta kapasitas maksimal aerobik,” demikian tutur Nigam seperti dilansir Eureka! Alert.

Tes kemampuan kognitif itu termasuk mengingat sepasang angka dan simbol. Untuk melihat apa yang sedang terjadi di otak, para peneliti menggunakan near-infra red spectroscopy (NIRS), sebuah teknik pemindaian menggunakan sinar yang hampir mendekati frekwensi sinar infra merah karena bereaksi dengan oksigen di dalam darah (mengukur sinar yang terserap dalam darah).

Teknik itu begitu sensitif sehingga perubahan sekecil apa pun akan terdeteksi, yakni volume dan oksigen yang terkandung dalam otak manusia saat berolahraga atau berpikir. “Setelah program ini selesai, kami menemukan bahwa lingkar pinggang dan lemak tubuh mereka menyusut. VO2max dan sensitivitas insulin juga meningkat secara signifikan seiring membaiknya nilai tes kognitif mereka serta pasokan oksigen ke otak selama olahraga,” tandasnya.

Sensitivitas insulin adalah kemampuan zat gula memasuki jaringan di tubuh, terutama di hati dan otot. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan, berolahraga dengan latihan interval tingkat tinggi tidak hanya menjadikan seseorang lebih sehat, tapi juga membuatnya lebih pintar. dde

author