banner 468x60

Panlok SBMPTN Malang Undang UMM untuk Belajar Modus Joki

489 views
iklan

hendyat soetopoPenakita | MALANG – Panitia lokal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (Panlok SBMPTN) Malang bakal memperketat pengawasan saat ujian tulis SBMPTN pada 18-19 Juni mendatang. Langkah preventif itu dilakukan menyusul tertangkapnya 31 joki saat tes masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beberapa waktu lalu.

Meski begitu, ada sisi positif yang bisa diambil dari kejadian di UMM. Menurut Prof Dr Hendyat Sutopo, Ketua Panlok SBMPTN Malang, pihaknya kini jadi tahu modus canggih yang digunakan para joki tersebut. “Kami tentu priharin atas kejadian tersebut. Namun, di lain pihak, terbongkarnya kasus ini menjadi pembelajaran kami untuk semakin waspada,” tandas Hendyat.

Ditegaskan Hendyat, pihaknya akan meminta para pengawas ujian untuk lebih cermat mengamati sikap para peserta ujian SBMPTN, khususnya bila mereka diketahui melakukan gerakan yang aneh dan tidak lazim. “Seperti tangannya sering menempel ke kuping, sementara dia pakai baju lengan panjang,” tutur Hendyat.

Ditambahkan pula, untuk mengetahui lebih rinci mengenai perilaku para joki yang beraksi di UMM, Panlok SBMPTN Malang yang tahun ini dipegang Universitas Negeri Malang (UM) akan mengundang pihak UMM. “Kami akan minta UMM memberi informasi lebih rinci mengenai modus yang dipakai joki sehingga tidak terulang saat pelaksanaan ujian tulis SBMPTN,” ucapnya.

Terkait masih ditemukan kesalahan saat pengisian formulir SBMPTN, Hendyat mengingatkan supaya calon mahasiswa lebih berhati-hati sebelum mengisi kolom isian. “Kalaupun sudah terlanjur mencetak dan ada salah, Panlok UM sudah bisa melakukan revisi. Silakan datang ke Gedung A3 UM tiap hari kerja,” ungkapnya. sum

author