banner 468x60

Penerimaan Mahasiswa Baru Unesa Jalur Kemitraan Menuai Protes

456 views
iklan

unesaPenakita | SURABAYA – Proses Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Negeri Surabaya (SPMB Unesa), Rabu (31/7/2013) diwarnai protes para orangtua. Pasalnya saat wawancara, petugas langsung menyodorkan surat pernyataan bermeterai yang mengharuskan mereka memilih masuk di jalur kemitraan, mandiri, atau bidik misi.

Para orangtua ini kaget begitu mengetahui besarnya bea kuliah yang akan ditanggung jika masuk di jalur SPMB tersebut. Dan yang membuat emosi mereka kian meledak bea mahal itu tidak disebutkan dalam pengumuman di situs SPMB Unesa.

Hal itu terjadi setelah dalam wawancara dengan petugas di masing-masing fakultas mereka disodori surat pernyataan bermaterai yang memintanya memilih satu dari tiga jalur SPMB, yakni kemitraan, mandiri dan bidik misi.

“Kalau tahu bea masuk Unesa begitu mahal, saya tidak akan jauh-jauh datang dari Jember karena pasti kami tidak mampu membayar bea yang besar itu,” cetus Sarnoto yang pegawai swasta di Kabupaten Jember.

Rasa kesal Sarnoto kian memuncak ketika petugas yang dihadapinya saat wawancara cenderung mengarahkan dirinya memilih jalur kemitraan yang tentu berbeaya tinggi. “Mestinya panitia transparan dengan memaparkan sejak awal di websitenya. Biar kami tidak bingung,” begitu keluhnya.

Ada pula yang menuding panitia sengaja ‘menyembunyikan’ nominal yang mesti dibayarkan siswa untuk masun Unesa di jalur SPMB ini. “Kalau tahu dari awal, kami pasti tidak daftar, karena mahal sehali, dan saya juga tidak kehilangan uang Rp 350.000 untuk pendaftaran!” tandas Satrio yang asal Tulungagung.

Karena beaya mahal di jalur SPMB ini dan rasa kecewa pada sikap panitia yang tidak transparan banyak orangtua memilih mundur. “Daripada di sini (Unesa) lebih baik pilih swasta saja,” kata Ny Anggi sambil menggelandang anaknya meninggalkan kampus Unesa.

Untuk jalur kemitraan, calon mahasiswa baru (camaba) Unesa masuk kategori uang kuliah tunggal (UKT) kelompok lima. Selain itu, mereka masih harus membayar uang kuliah awal (UKA) yang besarannya berbeda-beda di tiap fakultas.

Contohnya bila pilih Fakultas MIPA, ada lima pilihan bea kuliah yang harus dibayar siswa, yaitu Rp 20 juta, Rp 22,5 juta, Rp 25 juta, Rp 30 juta dan di atas Rp 30 juta. Sedang di Fakultas Teknik, pilihannya Rp 15 juta, Rp 20 juta, Rp 22,5 juta, Rp 25 juta, Rp 30 juta, Rp 35 juta dan lebih dari Rp 35 juta.

Orangtua diminta mengisi pilihan beaya sesuai kemampuan masing-masing. Dan bila memilih jalur mandiri mereka hanya dikenakan UKT kelompok lima. Sedangkan jalur bidik misi tanpa UKA maupun UKT namun kuotanya sangat minim.  adi

author