banner 468x60

Penipu Juga Incar Calon Mahasiswa ITS

443 views
iklan

its-tampak-depanPenakita | SURABAYA – Hati-hati bikin status di akun jejaring sosial. Pasalnya, status tersebut bisa jadi pemicu ulah tindak kriminal yang merugikan pemilik akun yang bersangkutan.

Tindak kriminal yang ditengarai berawal dari akun jejaring sosial macam Facebook atau Twitter tersebut dialami calon mahasiswa baru ITS. Pelaku tindak kriminal ini mengendus korbannya dari status-status yang mereka buat menyusul pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Kemudahan teknologi komunikasi seperti ini sering dimanfaatkan orang jahat. Anak-anak sering sedikit-sedikit update status. Apalagi di akun jejaringnya ditulis biodata lengkap,” kata¬† Ismaini Zain, Koordinator Humas SNMPTN dari ITS.

Diakui Ismaini, ITS menerima sejumlah laporan penipuan yang menimpa calon mahasiswa baru ini. Peserta yang dinyatakanb diterima ini kemudian mendapat pemberitahuan yang mengatasnamakan ITS dan meminta mereka segera melunasi pembayaran ke rekening tertentu.

“Kami dapat laporan dari orangtua calon mahasiswa baru (camaba) yang mengaku dapat surat resmi bertanda tangan Rektor ITS dan diberi keterangan yang bersangkutan diminta segera melunasi pembayaran,” papar Kepala Bidang Akademik ITS ini. Untungnya, menurut Ismaini, orangtua camaba ini langsung konfirmasi sebelum melakukan transfer seperti keinginan pelaku kejahatan tersebut.

Menurut Ismaini, pengumuman lolos atau tidaknya peserta SNMPTN bisa didownload di website dengan jelas. Daftar ulang pun hanya dilakukan lewat online, dan tidak ada surat panggilan kepada camaba untuk datang ke ITS. Terkecuali pada saat daftar ulang verifikasi SNMPTN dan Bidik Misi tanggal 8 Juni mendatang. ari

author