banner 468x60

Petugas Disiagakan Khusus Awasi Setiap Gerakan Peserta

366 views
iklan

ujianPenakita | MALANG – Peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Malang mengalami peningkatkan sebanyak 6.000 orang dari tahun lalu. Peserta masuk perguruan tinggi negeri (PTN) jalur tes tulis ini tahun lalu tercatat sekitar 24.000 orang, dan tahun ini meningkat jadi 30.000 peserta.

Membengkaknya jumlah peserta ini tak ayal membuat tugas pengawasan kian berat. Namun, panitia lokal (Panlok) SBMPTN sudah menyiapkan tenaga pengawas cukup. “Kami sudah siapkan 1.300 pengawas, juga ada cadangan pengawas 5 persen, jadi total sekitar 1.500 pengawas,” ujar Prof Dr Suparno, Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (18/6/2013).

Suparno bersama Prof Dr Ir Yogi Sugito, Rektor Universitas Brawijaya, dan Prof Dr Mudjia Raharjo, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) bersama melakukan inspeksi di tiga lokasi ujian tulis, yaitu di UM, UB, dan UIN Maliki untuk monitoring dan evaluasi SBMPTN. “Semuanya lancar dan tidak ada praktek joki. Aksi joki pun sudah diantisipasi dengan penggunaan alat detektor logam yang sudah kami siapkan.” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Mudjia Raharjo, menyatakan, para pengawas tes SBMPTN telah dilatih untuk mencurigai gerakan-gerakan peserta tes SBMPTN yang tidak wajar, seperti menempelkan tangan ke telinga, dan lainnya. “Kami belajar dari kasus di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan melatih pengawas pada tes SBMPTN di Panlok Malang,” ungkapnya.

Pernyataan senada dilontarkan Prof Dr Hendyat Sutopo. Ketua Panlok Malang ini menegaskan, pihaknya tidak menerima laporan mengenai adanya joki di semua lokasi ujian. Laporan yang masuk hanya seputar ketidakhadiran peserta pada hari pertama ujian tulis SBMPTN, Selasa (18/6/2013).

“Peserta tes di UM 13.243 orang, tapi 743 orang tidak hadir tanpa alasan,” ujarnya. Sedang di UB, dari 12.761 peserta SBMPTN, yang tidak hadir 723 siswa. sum

author