banner 468x60

Pungutan di Gresik Sudah Dirapatkan dengan Wali Murid

371 views
iklan

Pungli gresikPenakita | GRESIK – Temuan pungutan liar (pungli) oleh Komisi D DPRD Kabupaten Gresik sama sekali tak dipungkiri oleh pihak SDN 3 Sidokumpul Kecamatan Gresik dan SMP Negeri 1 Kebomas tidak mengelak adanya pungutan di sekolah tersebut. Namun, baik SDN 3 Sidokumpul maupun SMPN 1 Kebomas menegaskan hal itu dilakukan karena terpaksa dan pihak sekolah memang perlu dana dari siswa.

SDN 3 Sidokumpul misalnya, terang-terangan mengaku butuh dana dari wali murid untuk membangun musala. Selain itu, dana tersebut juga untuk menggelar bazar yang sudah bertahun-tahun mereka selenggarakan. “Bazar ini tujuannya untuk mempererat hubungan wali murid. Pihak sekolah hanya bisa memfasilitasi kegiatan komite,” tandas A Fathoni, Kepala SDN 3 Sidokumpul, Senin (1/7/2013).

Sedang Ketua Komite SDN 3 Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Sutrisno, pun mencoba berkelit. Ditekankan Sutrisno, pembangunan musala itu agar pihak sekolah tidak malu pada wali murid.

“Kami malu pada wali murid, sebab setiap ada pertemuan dan wali murid ke musala, melihat musala yang jelek. Karena itu, kami terpaksa melakukan iuran untuk membangun musala sebesar Rp 20.000,” bebernya.

Penegasan hampir senada dilontarkan Bisri, Kepala SMPN 1 Kebomas, yang menyatakan bahwa sekolah sangat membutuhkan laboratorium Bahasa Inggris dan Laboratorium Komputer. Namun, menurut Bisri, pungutan tersebut dilakukan atas kesepakatan dengan wali murid.

“Sekolah sangat membutuhkan lab bahasa Inggris dan lab Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK). Kami lalu rapat bersama wali murid dan komite, akhirnya disepakati iuran sebesar Rp 800.000,” ungkap Bisri.

Pembayaran iuran pun, lanjut Bisri, tidak dilakukan kontan, melainkan secara mengangsur. “Banyak wali murid yang masih membayar Rp 700.000 dan ada yang tidak sama sekali. Yang tidak mampu ya tidak membayar. Dana itu untuk keperluan pengadaan Lab itu totalnya Rp 210 juta, tapi baru terkumpul Rp 172 juta. Sudah berupa bangku untuk kelas lab bahasa Inggris dan lab Komputer. Targetnya 32 komputer, baru 16 komputer,” ujar Bisri. adi

author