banner 468x60

“Ranking Picu Manipulasi Data”

415 views
iklan

rankingPenakita | SURABAYA – Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Prof Daniel M Rosyid mengatakan, ranking tidak boleh dianggap lebih penting dari pengakuan. Jika perguruan tinggi terlalu menganggap penting sebuah ranking, hal itu bisa memicu perbuatan tidak bertanggung jawab, misalnya manipulasi data.

“Untuk perguruan tinggi yang belum memiliki ranking, fokuslah pada nilai-nilai yang dibangun. Tunjukkan keunikan universitas, itu akan menarik perhatian internasional. Bangun proses yang baik dan akuntabel, lakukan manajemen yang baik. Selanjutnya, ranking yang akan datang sendiri,” ungkap Daniel kepada PENAKITA.com, Selasa (30/4/2013).

Kondisi yang terjadi saat ini, ada bermacam-macam ranking yang dikeluarkan lembaga perankingan dunia. Setiap lembaga memiliki kriteria sendiri dalam menentukan peringkat perguruan tinggi. Ada yang melihat dari visibilitas website, ada pula yang melihat dari segi reputasi akademik, citasi per fakultas, rasio dosen dan mahasiswa, serta reputasi employability lulusan. Bahkan ada pula yang melihat dari segi penerapan konsep hijau (green campus).ika

author